Sok peduli


Kasus ini, kini menjadi buah bibir tidak hanya kalangan ibu-ibu dan remaja yang memperbincangkannya, tukang ojek dan abang – abang becak juga ikut menilainya. Kasus ini sangat luar biasa, sampai – sampai menteri dan DPR menggelar rapat khusus untuk membahasnya. Semuanya tampak peduli dengan moral, sungguh merupakan sebuah pemandangan yang langka ditengah negeri yang memang sedang mengalami sebuah dekadensi sikap kepedulian. Sebuah ironi, ketika media mampu membingkai kasus ini sehingga begitu booming sementara kasus lain hanya sebagai selingan dalam acara gossip dan sinetron yang menjadi komoditas utama dunia pertelevisian.

Polisi harus mengundang seorang ahli, karena kasus ini berhubungan dengan teknologi dan petugas merasa belum ada yang memiliki kompetensi yang cukup untuk melakukan tugas itu. Mensahkan keaslian sebuah gambar yang diambil dengan kamera hp. Topic tentang orang ini juga menjadi topik dunia, karena semua orang Indonesia yang punya akun di twitter membahasnya, menjadi trending topic selama beberapa hari. Wooouuuuwww sungguh sebuah prestasi yang harus dicatat, sampai saat ini baru satu orang saja yang mampu bertahan disana selama satu minggu lebih. Sekarng sudah hampir satu bulan dan kasus ini diprediksi masih akan bertahan beberapa minggu kedepan untuk menghiasi tayangan paling digemari di seantero negeri, gossip – gossip celebrity.

Negative atau positif

Sekarang semua orang bisa berteriak tentang moral, pihak-pihak yang merasa peduli berlomba-lomba menyatakan pendapatnya tentang kepantasan. Yah, kepantasan sebagai bangsa yang mengaku berbudaya timur, dimana hal-hal yang berbau buka-bukaan sangat tabu untuk public. Hukum pada akhirnya berbicara dan menunaikan tugasnya, mereka bertiga diperiksa dan sang vokalis pun menjadi tersangka.

Opini public sangat beragam,senantiasa mencerminkan perbedaan, ada yang apatis dan ada pula yang empati. Namun dari sekian banyak tanggapan yang ada mungkin kekwatiran setiap orang dapat dirangkum dalam sebuah pertanyaan: mau dibawa kemana moral anak bangsa ini?. Biarlah semua orang kini tahu, bahwa bangsa kita hancur bukan oleh siapa-siapa, bukan pihak asing atau apalagi kaum-kaum tertentu. Bangsa kita akan hancur, karena memang bangsa ini sudah renta- oleh rayap-rayap tak bermoral. Rayap-rayap bukan lagi Cuma satu, dua atau tiga, melainkan sudah berjuta-juta.

Sadar, betapa bobroknya mental bangsa itu?..

Advertisements