RUMAH COKLAT #501


Awalnya mereka hanya berdua, kakak beradik yang cukup kompak dalam menjalani kehidupan yang jauh dari keluarga. Disela padatnya aktifitas harian mereka senantiasa meluangkan waktu bersama untuk sekedar ngobrol atau terkadang bertukar pengalaman baru mereka. Topic tentang bintang korea yang sedang naik daun adalah hal yang selalu dapat menjadikan perbincangan mereka lancar, dan mengalirkan tema-tema lainnya untuk jam-jam berikutnya. Dirumah coklatlah mereka melepas penat sekaligus menyiapkan diri untuk menghadapi kepenatan-kepanatan berikutnya ketika mentari kembali muncul dari timur.

Rumah itu, adalah sebuah café. Tempat peristirahatan orang modern, tempat melepas lelah dan berbagi kebahagian dengan suasana yang cenderung santai. Dengan musik-musik jazz dengan volume bass lebih tebal dan cahaya penerengan yang di set sedemikian rupa agar tidak menyilaukan mata namun cukup menerangi buku bagi orang yang mungkin mau membaca. Rumah coklat, tidak lantas semuanya coklat. Desain interior yang mengadopsi gaya modern soft dengan tembok berlapis cat merah, kursi merah dengan desain ceper sehingga memungkin siapapun yang duduk untuk bersanatai, serta meja kaca yang transparan membuat suasana benar-benar nyaman untuk ngobrol kesana kemari.

Datang terlambat karena undangan telat, membuat semua keadaan tetep seimbang. Lagipula mungkin itu yang diingkannya. Toh hal ini tidak merusak satupun kenyamanan yang disediakan pemilik café untuk tamunya.

Hai……. baru datang juga  yah, udah sempet pulang kerumah atau langsung kesini ni? Wah belum mandi dong….sikapnya yang periang membuat jawaban seketus apapun terasa seperti hidung mencium aroma coklat smerbak dari bagian belakang bangunan. Cukup legam namun halus.

Basa basi sebentar diparkiran dengan teman yang ternyata juga baru datang untuk memenuhi janji dengan orang yang sama. Sekilas memperhatikan lingkungan sekitar, seakan tidak ingin melewatkan sesuatupun hal yang ada disitu. Detik berikutnya adalah langkah menuju pintu dan beberapa langkah berikutnya adalah dua bersodara yang masih asik dengan kesibukan masing-masing, satu pegang hp, mungkin sedang update status di facebook, dan yang satu sedang asik dengan notebooknya, kalau boleh nebak, dia sedang sibuk dengan twitter untuk persiapan trending 501day….yang bertepatan dengan hari itu juga tanggal 1 bulan ke 5.

Entah mulai darimana, tiba-tiba kami ber-5 karena setelah saya menerima sms dari salah seorang dua bersodara yang sangat singkat ….“mas aku lagi d ruma coklat :p..”…. saya putuskan untuk beberapa saat untuk tidak langsung mengambil keputusan bahwa itu adalah undangan, melainkan mungkin hanya semacam sekilas info, atau berita terkini. Ambiguitas yang sungguh saya nikmati dalam hidup. Tanpa kesimpulan otak memerintahkan, berdiri pakai jeans dan sedikit analisis tentang posisi matahari yang sedang dekat-dekatnya dengan bumi cukup kaos singlet saja. Namun akhirnya, agar tidak mencemari aroma ruang saya putuskan untuk menyembunyikannya dibalik jeket invictus biru putih dengan sedikit kuning dileher yang masih bau pewangi laundry.

Ada pulsa…telpon yah!?

…sedikit menunggu respon retoris yang tidak saya butuhkan karena hp sudah ditangan saya. Tuuuuuuuuuuutttt, itu bunyi pertama no pertama, tidak menyerah, nomer kakanya coba..halo….sedikit basa-basi lagi…

….aku ajak temen yah! Ok…tuuuttt

Dalam suasan balutan khas aroma coklat dan warna merah penuh keburuntungan, berlima melewati waktu beberapa jam dengan rasa menit. Inikah yang dinamakan menikmati suasana. Ya mungkin itu definsi orang seneng. Melewati waktu tanpa merasa terbebani perubahan yang harus ia hadapi tiap detiknya. Segala hal, segala topic dap menjadi hal menarik dalam suasana seperti itu. Beberapa dialog tentang perang dan conflik geopolitik diperbincangkan dengan ringan. Coba suasana diskusi dengan dosen seperti ini, mungkin dalam waktu 3 tahun tersusun lebih dari selusin skripsi. Atau mungkin dosen harus mengadopsi cara diskusi ala café di kelas….ahhhh itu terlalu serius untuk dipikirkan. Tiap orang punya kesenangan dengan persepsinya masing-masing.

Yang pasti semua hal tentang sebuah konflik yang terjadi pasca runtuhnya uni soviet, tepatnya pada tahun 1992, menjadi  topic ringan yang mengalir begitu saja. Padahal konflik ini tergolong dalam konflik geopolitik, dimana dua Negara atau daerah tersebut masing mengakui punya hak independen sendiri. Pihak Georgia mengganggp bahwa: Abkhazia is legally part of Georgia and has autonomous status within it. Sementara itu, orang – orang di abkahz menganggap bahwa perang yang mereka lakuakan merupakan perjuangan untuk mendapat hadiah berupa kemerdekaan. Perundingan yang dilakukan sejak 1993 mengalami kebuntuan, karena adanya perbedaan perspektif yang memang susah untuk disamakan.

Hahahaha….gelak tawa seraya menegikuti ending dari akhir pembicaraan dengan topik serius tersebut. Ayo topic lain aja…yang semua orang ngerti…

Ketika pembicaraan beralih ke ngobrolin temennya temen-temenku tersebut, tawa berlima telah membuat dua sejoli yang sedang asik dengan facebooknya masing-masing disebelah meja kami menengok. Dalam hati…knp mas, mau ikut ketawa yah, kasian pake facebook tidak dapat ketawa lepas. Yah..tapi itu pilihan di era informasi juga sih…komunikasi oral bergeser dengan komunikasi verbal.

Selma…..selma….yah Selma atau Arselma trus’tee Audrey atau truzteeMDJRCFC atau nama terakhir di twitternya truzteeisBAD menjadi menjadi hidangang penutup kami yang menghadirkan tawa  lepas kami.

Ok…

Minta billnya dong mas….

Senangnya, aku g harus ngeluarin dompet yang sudah tebal dengan kuitansi bon warung mpo Mar dan laundry yang sudah berbulan – bulan kutumpuk-tumpuk…hampir satu kuintal jumlahnya.

But everything is wukey….semua berjalan tanpa terasa ada beban

Terimaksih Rumah Coklat atas semua dekorasi dan sajian menunya, semoga ada hal lain yang dapat saya tuliskan di lain hari.

Dan terimaksih, senyummu, senyummu, senyummu, dan senyum kamu, waktu itu adalah dekorasi ilahiah yang membuat bukan hanya bibir yang menyungging, tapi juga hati, perasaan, sampai syaraf-syaraf pun terelaksasi. Jadi kalau aku samakan, senyummu adalah spa…hehehehe untuk relaksasi.

Terimaksih sekali lagi….tempat parkir mengantarkan kami dengan sempurna, sebuah prosesi pelepasan dengan membayar 1000 rupiah untuk keselamatan dan keamanan menjadi akhir dari cerita di rumah coklat #501. Rumah coklat tanggal 1 bulan mei tahun 2010.

Bye… n happy trending

Iyank, este tuing-tuing, dee…cup kamu masih harus ngembaliin aku….!

Advertisements