.Racun sejati…


Tidak ada yang jelas dan tidak ada yang direncanakan dari setiap pertemuannya. Semua terjadi atas dasar ketidaksengajaan. Tapi justru hal tersebut yang selalu membuat mereka dapat melepaskan tawa, yang setiap sonarnya mengeluarkan beban-beban dalam diri mereka masing-masing. Seperti air wudlu yang menetes dari janggut, yang tiap tetesnya dapat menghapus dosa. Seperti air laut yang mengalami pasang dan surut. Itu hukum alam yang tidak dapat dihindari termasuk oleh keduanya. Tidak selamanya tawa, tapi juga ada tangis, namun itu tidak lama karena semua telah kembali seperti semula, tawa tawa tawa tawa dan tawa….dan begitu seterusnya sedikit tangis selalu menyelengi namun tidak ada yang pernah benar-benar tahu waktu tepatnya dan apa sebab sebenarnya.

Mereka saling membenci dengan cara mereka sendiri. Tidak dengan emosi yang menonjolkan egoisme perbedaan. Mereka selalu merasa sama dengan setiap inchi perbedaannya. Dan hal itu telah menjadi hutan gambut yang mampu menahan erosi yang dapat mengrogoti setiap interaksi unik yang membentuk sebuah hubungan nyentrik sebagai seorang sahabat, teman, kritikus dan sekaligus musuh yang baik. Mereka selalu merasa baik-baik saja itu yang terbaik dari mereka berdua. Entah telah berapa bulan yang mereka lewatkan, atau mungkin agar lebih simple dalam hitugan tahun mereka telah saling mengenal. Mencoba saling memahami, sampai akhirnya sampai pada satu titik tidak ada lagi yang mereka tidak tahu dan mengerti.

Mereka memanggil satu sama lain hanya dengan satu nama. Bukan nama hasil semedi atau bertapa tanpa makan daging dan hanya menyantap tumbuhan seperti para resi ketika membuat keris atau pusaka. Nama hanya muncul begitu saja, tanpa disengaja, apalagi terencana. Tanpa pernah ada kata kesepakatan juga yang menandai resminya nama tersebut menjadi nama panggilan mereka berdua. Tanpa bubur merah dan putih mereka menjadikan yang buat sebagian orang menjaga jarak atau bahkan tidak mau untuk sekedar melihat apalagi menyentuhnya. RACUN.

Nama itu muncul begitu saja dari adeknya yang memang masih kecil dan belum begitu jelas dalam pengucapan beberapa kata. Seperti kakaknya yang juga selalu update lagu-lagu terbaru, begitu juga dengan sang adek yang telah menginspirasi nama tersebut. Sebuah lagu dari band asal bandung nan unik dan menarik yang berjudul WANITA RACUN DUNIA…selalu membahana menjadi live backsound percakapan telephone keduanya. CACUUUNNN…CACUUUUNNN…CACUUUUNNN

Adeknya memberikan keduanya sebuah nama, sebuah konsep dan sebuah cerita penuh tawa yang panjang yang selanjutnya mereka masukan kedalam beberapa kotak yang juga telah diberi nama dengan mengadopsi nama-nama besar pejalanan pemikiran manusia meratapi pengalamannya. Kotak pre-RACUN, RACUNISM, dan neo-RACUNISM sudah terisi dengan aliran cerita sebuah penghormatan, pemahaman dan atas rasa saling menghargai penuh cinta dalam arti sesungguhnya, saling mendengar dan saling bersuara dalam ke*tulusan* yang kini sudah mulai tersisih oleh foto-foto dan kata penuh harapan dipapan baliho perempatan atau kalender diwarung-warung pinggir jalan. Semuanya penuh imbalan, namun tidak dengan mereka.

Aku mencoba berbagai macam sudut pandang, aku ingin memandang semuanya simple tapi itu bukan gayaku dalam menulis. Berbeda dengan apa yang biasa aku katakan, jauh sangat berbeda, aku menulis tanpa mengharap untuk dibaca, itu yang membuat selalu saja ada diksi yang mengalir melalui tuts tuts anti RSI. Aku menulis dengan bahasaku bukan untuk memahamkan, aku memilih diksi yang aku sukai, itu pasti. Kalau itu, dianggap berlebihan, bagiku anggapan itu keterlaluan. Menulis tentang sebuah perjalanan bagiku lebih sulit jutaan kali dibandingkan dengan analisis jutaan angka dalam table-tabel spss 15 yang jauh lebih dapat diukur dalam hitungan jam atau paling lama beberapa hari lengkap dengan deskripsi dan implikasi tanpa menyentuh weekend. Karena ada jadwal pasti yang harus ku tepati…bola malam minggu dan badminton malam selanjutnya.

Begitulah cerita ini akan dimulai pada masa semuanya itu bukan apa. Pre-RACUN sebagai sebuah persiapan mereka, masa adaptasi dan eksperimen untuk antibody terampuh. Di racik dari RACUN oleh RACUN dan untuk RACUN.

INSYAALLAH

Coming soon…pre-RACUN

Pre-RACUN..

………. Begitulah cerita ini akan dimulai pada masa semuanya itu bukan apa. Pre-RACUN sebagai sebuah persiapan mereka, masa adaptasi dan eksperimen untuk antibody terampuh. Di racik dari RACUN oleh RACUN dan untuk RACUN.

Satu hal yang sangat biasa saja, dapat  menjelma menjadi sesuatu. Kisah ini tidak diketahui kapan waktu tepatnya dimulai. Mudah-mudahan juga tidak akan diketahui kapan akan berakhir. Do’a dalam berbagai wujud pengucapan selalu terpanjat.

Cun lagi dimana?

Lagi ngapain?

Sama siapa?

Hmmmmm….udah makan belum?

Arghhhhh…itu sms-sms yang paling nggak banget, yang hanya tepat ditulis dengan tanpa tujuan selain untuk menghabiskan bonus.

Advertisements