Kuda, ayam, sapi, kebo, dan …..?


Kuda, ayam, sapi, kebo, dan kaktus

Mereka berteman, hahhh, kok bisa. Ya bisa dong namanya juga sudah takdir, jadi ya ga dapat dipungkiri lagi, mereka berteman dengan satu sama lain saling menyayangi. Anggap saja begitu, minimal sampai saat ini mereka masih mengaku sebagai teman. Ok ok ok…lebih tepatnya salah satu pihat dengan rangkaian huruf-huruf ini, mencoba mengabadikan cerita mereka dalam sebuah cerita, yang mungkin suatu saat kelak dapat dibaca oleh semua manusia, oleh keluarga, dan oleh anak cucu mungkin juga amin….sampai saat ini yang paling aku syukuri, selain masih dapat bernafas, adalah anugerah tuhan yang telah mempertemukan saya dengan orang-orang terbaiknya untuk saya.

Ayam salah satunya. Konyol memang, sebutan ini tecipta jauh sebelum Raditya Dhika memikirkan, hmmmm atau lebih tepatnya mempopulerkan KHAMBING JANTAN termahal sedunianya. Tepatnya sektar tahun 2003 kami secara tidak sadar mulai memanggil satu sama lain dengan nama binatang, apa untungnya coba. Kalau setahu saya seh binatang memiliki ikatan  pertemanan yang lebih kukuh, lebih kuat, dan lebih abadi, tanpa terkontaminasi oleh kepentingan-kepentingan perubahan, dalam istilah mereka disebut kawanan. Yah itulah alasan saya mau-mau aja dipanggil KUDA, selain karena memang kuda itu keren dan kece, dia dipanggil AYAM, yah mungkin karena memang dia lebih mirip ayam daripada burung merpati. Hehehehe…..(PIIIIIZZZZ)….:D

Masa SMA memang masa yang paling indah, g salah lagu ntu yang nyebut demikian. Seharunya masa yang hanya singkat tersebut dapat dijadikan momen-momen yang tak terlupakan. Yah bagi saya seorang yang cenderung tertutup menulis ini susah, kau ayam, kalo baca ini harus komentar yang baik-baik yah, walo saya ga terlalu suka dipuji namun saya lebih nyaman dipuji ketimbang dimaki…setuju…!!!! ato  diam tanpa kata akan lebih kaya arti….hehehe….

Saya (kuda) dan Ayam … … … … … … … … … … … … … … … …

Sebenarnya banyak juga mengalami pasang surut dalam berhubungan (uppssss berteman deh), namun entah dengan cara apa kami menyelesaikannya, mungkin terlalu natural, sampe-sampe g krasa menyelesaikan tau-tau dah baikan lagi…hehehe makasih alam, jangn lupa jaga vety yah…(red). O yah dalam kawanan ini bukan hanya ada ayam dan kuda, kalo tidak salah ada juga sapi dan gudel…hahhhh kok kurang satu, dan yang satu lagi manusia. Siapa yang mengaku manusia ayo, ngaku…..

Aneh memang, dari pengalam bertahun-tahun dan sedikit rangkaian kalimat diatas saya disni mencoba untuk memberika simpulan. Tapi siapapeduli lah, simpulan saya tentang pertemanan adalah sebagai berikut: 1), pertemanan yang berdasarkan persamaan kepentingan akan mudah sekali terputus, tatkala masing-masing sudah tidak lagi memiliki kepentingan, atau satu sama lain sudah dianggap tidak lagi dibutuhkan, SHIIITTTTT kok gitu yah, ga tau lah SIAPAPEDULI….2). pertemanan yang terjadi HANYA KARENA persamaan hobi juga mudah goyah tatkala……hmmmm ga tau jg seh sbenarnya…blm pernah pnya temen yg bener-bener punya hobi yang sama. Hobiku terlalu unik mungkin….hehehe…. tp mungkin ketika mereka merasa salah satu kurang mendukung dan mengancam eksistensinya kali…..perlu dibuktikan dan tambahan ide.

Baiklah pada bagian paling akhir, saya mencoba untuk memberikan saran pada pihak-pihak yang terkait: pahami teman apa adanya, jangan gunakan persepsi umum, apalagi pendapat orang lain tentang teman kita (BAHAYA). Selalu berpikir dari dua sisi tidak kurang dan jangan sampe lebih ketika ada masalah, dari posisi diri sendiri dan dari posisi dia, cara jitu untuk menghasilkan kebijakan yang baik (maklum anak politik neh) sombong mode:on—guys bertemanlah karna memang kalian menginginkannya. Tidak ada komunikasi kadang jadi pemisah ampuh, namun ada yg lebih ampuh untuk menetralisirnya, yaitu pikiran positif…titik

NB: kalian adalah hal terbaik yang pernah aku dapatkan kawan, kalian boleh anggap akau tidak ada, namun kalian bagiku selalu ada, dalam setiap huruf yg kutulis, dalam darah, hati, udara, dalam duniaku kalian tak tergantikan. Dengan segala kekurangan dan tanpa kelebihan yang kumiliki ijinkan akau tetap menganggap kalaian sebagai teman.

Serius yah, yaphhh aku emang serius dalam bagain terakhir ini.

Advertisements