Pers Malaysia Tidak Memprovokasi Rakyat


Kuala Lumpur (ANTARA) – Pers Malaysia tidak memprovokasi rakyat atas kasus penangkapan tujuh nelayan oleh aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia dengan tuduhan melakukan pencurian ikan, walaupun kedutaannya di Jakarta didemo oleh Laskar Merah Putih.

Media massa Malaysia, Rabu, tidak ada yang memberitakan kedutaannya di Jakarta didemo dan dirusak oleh laskar tersebut terkait penahanan tujuh nelayan yang dituduh mencuri ikan di perairan Bintan dan pelanggaran wilayah di perairan Indonesia.

Media utama berbahasa Melayu, seperti Kantor Berita Bernama dan Utusan Malaysia mengutip pernyataan PM Malaysia Najib Tun Razak yang menegaskan lagi akan tetap menjaga hubungan baik dengan Indonesia, bahkan meningkatkan lagi pada masa mendatang dengan kerja sama yang strategis.

PM Najib mengatakan, telah menelpon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengucapkan selamat atas Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-65. Ia mendoakan semoga negara dan rakyat Republik Indonesia mendapatkan kesejahteraan dan kemakmuran di bawah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Malaysia dan Indonesia mempunyai hubungan persaudaraan yang sangat istimewa dan kerja sama yang amat akrab sejak dahulu kala dan hingga kini dan pada masa mendatang,” katanya.

Pemberitaan media massa Malaysia hanya menurunkan berita pembebasan tujuh nelayan, Selasa, yang tiba di Pelabuhan Ferry Setulang Laut, Johor Bahru dari Batam serta menurunkan berita dilepaskan tiga staf Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Pers Malaysia juga menurunkan berita pernyataan Menlu Malaysia Anifah Aman yang telah menyelesaikan kasus ini secara diplomatik dan baik-baik dengan Menlu RI Marty Natalegawa.

Koran Berita Harian menurunkan pernyataan Kepala polisi Malaysia Musa Hassan yang membantah polisi lautnya telah melanggar wilayah Indonesia. Tak ada satu pun, media massa Malaysia yang memberitakan kedutaannya di Jakarta telah didemo dan ada perusakan oleh Laskar Merah Putih sehingga menimbulkan nota protes mereka kepada pemerintah Indonesia. Kasus perairan Bintan ditanggapi dingin oleh rakyat Malaysia, kecuali di Indonesia.

Antara – Rabu, 18 Agustus

—————————————————————–

Satu Hal lagi tentang penerapan teori common enemy untuk mendapat efek rasa senasib sepenanggungan dan sependeritaan. Beruntung, rakyat kini sudah pintar, dulu mereka ditodong senjata dan kini mereka ditodong tinta dari media.

Advertisements