B utk bbrapa hr sj – AB ?..


Kelihatan malesnya, nulis pake disingkat singkat. Biar saya deskripsikan dulu kejadiannya dari awal sampe detik ini. Merapi di jogja sedang menguji masyarakat, hujan debu sudah beberapa kali. Jogja menangis. Berdua belas (kami) berangkat meninggalkan jogja yang sedang dilanda ujian. Menggunakan kreta menjadi pilihan utama dan satu-satunya, mengingat banyaknya barang yang harus dibawa… gila ni pameran ciinnn (hehehe niru tante itu) harusnya mungkin pake container kali yah, biar tuma’ninah.

Bayangin aja, ada yang bawa batu, akuarium sampe rel kreta api lengkap dengan pintu lintasannya. Untung dia ga bawa para penyelonong lintasannya, bisa brab e dan makan biaya lebih tuh, hehehe.

Pukul 20. entah lebihnya berapa (jam tanganku ketelingsut neng endi tho yo) mulai beranjak. Perjalanan yang “cukup” lancar, sampelah distasiun jatinegara jam 5. dan lebihnya entah berapa juga.

Pak har namanya yang menjemput kami, beliau penjemput andalan dari perwakilan DIY di DKI. Sedikit info ( DIY punya kantor perwakilan di jakarta, disana ada penginapan dll, biasanya para pejabat dari jogja juga nginep disana, dan umum juga bisa, harganya …? emangnya saya salesnya) tanya aja sendiri (googling).

Setelah ditata sedemikian hingga, masuklah berdua belas dengan semua barang bawaannya dalam satu mobil pregio dan sekarang kami mendapat tempat yang ok juga, masih milik pem DIY.

Demikian laporan awal ini kami buat dengan sejujur mungkin, dan kalau ada yang dilebihkan dan dikurangi kami harus dimaklumi, karena itu juga mungkin saja kami lakukan. 😀 karena ini juga hanya sementara, ntar di jogja kita buat yang untuk selamanya.

Advertisements