UE – Turkey


PENUNDAAN KEANGGOTAAN UNI EROPA TURKI

oleh: Ujang Fahmi

 

1. Latar Belakang

Turki adalah negara yang berada di antara dua benua, yaitu Asia dan Eropa. Oleh karena itu, turki dahulu sering disebut sebagai negara Eurasia. Secara geografis turki memiliki letak yang sangat strategis untuk mendukung perkembangan negaranya. Akantetapi, ternya hal itu tidak sepenuhnya mendukung dalam masa kedepannya. Sebagai salah satu buktinya adalah penundaan status keanggotaan turki di komisi Uni Eropa. Hal ini telah menjadi obsesi tersendiri bagi pemerintahan yang sampai sekarang masih terus mengusahakannya.

Usaha yang dilakukan oleh pihak turki sudah cukup banyak dan tidak dapat dikatakan dilakukan dalam waktu yang singkat. Turki telah mengalami beberapa perubahan yang cukup radikal, mulai dari sistem pemerintahan ke-khalifahan ke demokrasi. Bahkan lebih dari itu, turki juga menyesuaikan kebudayaan mereka dengan bangsa eropa. Pada suatu waktu ketika kemal berkuasa masjid diberi bangku dan musik, seperti di greja tanpa harus melepas alas kaki. Semuanya disesuaikan dengan kebudayaan eropa.

Akantetapi, dalam perkembangannya, kemalisme sekalipun tidak dapat membuat komisi Uni Eropa menerimannya sebagai salah satu anggota resmi dan memiliki perwakilan di parlemen eropa. Hal ini tentu menjadi sebuah kepenasaran tersendiri, mengingat usaha yang dilakukan dan penolakan yang diterima. Adapun mengenai alasan-alasan yang menyebabkan turki terus di tolak dari waktu kewaktu terus berkembang. Sebelum adanya reformasi di turki oleh kemal, alasannya karena terlalu banyaknya perbedaan budaya dan yang pasti juga agama. Seperti diketahui, eropa sudah lebih dulu identik dengan kristen dengan roma sebagai pusat persebarannya. Sementara turki menjadi negara dengan sistem kekhalifahan terakhir sejak jaman nabi Muhammad yang terus bertahan sampai waktu itu.

Ketika alasan itu mulai tidak relevan lagi dengan keadaan iklim toleransi yang terus berkembang, maka alasan penolakanpun ikut berkembang keisu HAM dan Sistem yang demokratis. Untuk alasan HAM sampai saat ini turki memang belum dianggap mampu menyelesaikan kasusunya. Terutama kasus dengan yunani (sudah anggota uni eropa) dan juga pelanggaran HAM yang keras di pulau kaspia yang diperebutkan. Sementara untuk urusan sistem yang demokratis sampai sejauh ini turki telah berhasil dua kali menyelenggarakan pemilu secara langsung.

Dalam perkembangan terbaru, ada salah satu pernyataan yang cukup menarik dari komisi uni eropa yang berasal dari francis yaitu: Turki tidak mungkin menjadi salah satu anggota tetap uni eropa, terlalu banyak perbedaan dan kenyataan bahwa jika turki masuk sebagai negara anggota tetap akan memiliki wakil terbanyak ketiga di parlemen setelah francis dan jerman tidak bisa diterima.

Hal ini cukup masuk akal, kalau semuanya tentang kepentingan eropa. Maka turki dianggap tidak mewakili eropa dan tidak menguntungkan juga bagi eropa. Oleh karena itum buat apa menjadikan turki sebagai anggota tetap, sementara potensi kearah menguntungkannya belum terlihat. Logika sederhanya, kalau turki menjadi anggota tetap maka turki dengan sendirinya akan memiliki pengaruh dengan jumlah quota parlemennya. Selain itu, dengan tingkat populasi turki yang terus naik, diprediksikan dalam beberapa tahun kedepan turki bisa memiliki wakil parlemen terbanyak.

Oleh karena itu, dengan adanya semua hal tersebut. Penelitian tentang proses turki menjadi anggota tetap uni eropa perlu dilakukan. Hal ini untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang usaha yang dilakukan dan juga alasan penolakanny. Dengan demikian penelitin ini menjadi penting mengingat tren pembentukan zona-zona baru sekarang sedang banyak dilakukan oleh negara-negara dalam satu kawasan.

 

2. Perumusan Masalah pembahasan

Turki adalah salah satu negara Eropa, akan tetapi turki masih belum menjadi anggota Uni Eropa. Propasal pengajuan keanggotaan sudah di ajukan sejak tahun 1974, namun sampai sekarang status pengakuan keanggotaanya masih belum dikabulkan oleh komisi Uni Eropa. Banyak alasan yang melatarbelakangi penundaan ini, antara lain adalah: 1) Kasus Pelanggaran HAM, 2). Belum adanya penyelesaian sengketa pulau syprus dengan Yunani dan masih adanya alasan kelasik yang ke- 3 yaitu banyaknya perbedaan kebudayaan Turki dengan kebanyakan negara Eropa lainnya. Alasan yang terbaru mengemuka adalah isu populasi Turki yang jikalau menjadi anggota UE dapat memiliki suara yang banyak di Parlemennya.

Dari sekian banyak alasan yang ada dan mengakibatkan proses penerimaan Turki menjadi anggota UE terdapat sesuatu yang dapat dipertanyakan. Alasan-alasan tersebut muncul tidak secara bersamaan, sehingga menimbulkan kesan penundaan keanggotan Turki memang disengaja. Karena disisi lain, Turki sendiri telah melakukan upaya – upaya agar memenuhi persyaratan menjadi anggota UE sesuai dengan peraturan.

Sebagai salah satu contohnya, salah satu syarat sebuah negara yang ingin menjadi anggota UE adalah harus negara yang demokratis. Dahulu turki memang bukan negara demokrasi, akantetapi sekarang Turki sudah berhasil menyelenggarakan dua kali pemilu secara langsung. Bukan hanya itu, Turki juga terus menerus pembenahan dibidang birokrasi dan juga ekonominya. Namun, UE masih menunda keanggotaanya. Alasan apalagi yang sekarang ada? Dan apakah memang Turki masih belum memenuhi kriteria untuk menjadi anggota UE? Itu akan menjadi sebuah pembahasan yang penting.

3. Tujuan penelitian

Adapun Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran secara nyata tentang upaya yang dilakukan pemerintah Turki dalam mengusahakan diri untuk menjadi salah satu anggota tetap UE. Selain itu, adanya penundaan yang cukup lama jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang mengajukan diri, maka penelitian ini juga bertujuan untuk membahas tentang kriteria yang diterapkan UE untuk negara yang menginginkan menjadi salah satu anggotanya.

Akantetapi alasan penundaan UE terhadap keanggotaan Turki yang terus berkembang dari waktu kewaktu juga menyisakan pertanyaan besar tentang semua kriteria yang harus dipenuhi dan juga kepentingan yang mungkin ada disana. Oleh karena itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji tentang konflik kepentingan yang mungkin ada selama proses tersebut berlangsung.

Advertisements