Ngeblog ahir taun


Ah sudah lumayan lama ga nulis buat blog, lagi miskin kreatif dan miskin-miskin yang lainnya langsung menyusul 😦 titik nadir lah pokoknya (apaan coba). Gimana tidak, lumbung di kamar ternyata bocor oleh tikus, eh sisa ikan diakuarium juga habis dimakan kucing. Padahal itu ikan buaya yang dikawinkan dengan cicak. Menjijikan sih tidak, cuma ga enak dipandang dan berasa ga istimewa aja. hehehe

Untung ada irfan bachdim dkk yang berhasil mengubah kebiasaan trending asal nagari yang sudah melegenda dengan hal yang luar biasa (jeleknya) eh, upsss. Malaysia di bungkam, Laos yang namanya mirip atau percis dengan salah satu nama bumbu masakan orang pribumi pun tidak diberi ampun. Si “merah” memang sedang marah, tidak ada lawan yang dibiarkan tersenyum pulang dari kandangnya. Terakhir kali si “biru” yang sudah sangat berpengalaman dan menjadi kekuatan besar di wilayah asteng ditusuk dengan dua gol cantik sang kapten Bambang Pamungkas dari titik penalti. Sungguh sangat istimewa, semua bersorak, semua tersenyum, sejank lupa pula akan lumbung kosong, yang bolong oleh tikus, lupa bangkai buaya, apalagi cicak.

Sepak bola emang luar biasa, tapi media membuatnya lebih luar biasa. Sepak bola yang biasanya sepi dari liputan, bahkan wartawan juga biasanya ogah untuk berangkat, karena ia sudah bisa membuat beritanya tanpa harus menyaksikan kekalahannya. Tapi kini, bukan hanya wartawan olahraga yang mengabadikan, busyetnya atau wahnya sejenis wartawers acara ngrumpiin pun ikut datang untuk memberitakan. Semuanya jadi luar biasa, sampai-sampai pelatih kepala bung riedl kini mengharamkan wawancara media yang mengekspos berlebihan, terutama tentang kehidupan pribadi pemainnya. Ini tidak ada hubungnnya dengan tim, apalagi sepakbola, apalagi fokus pertandingan. Ini hubungannya dengan kantong – upss keceplosan…

Kata bapa TB – tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah. Mengingat pepatah tersebut jadi inget ada yang memberi dua piala tidak cuma, kira-kira siapa ya?. Oke deh, saya beri kluenya, diberikan disebuah gedung peninggal belanda, disalah satu kota paling macet, diberikan oleh seorang kepala negara kepada seorang kepala daerah – upss keceplosan lagi.

Dari pada keceplosan terus-terusan lebih baik udah dulu sampai disini deh, selamat menikmati desember, mudah-mudahan semua sesuai dengan porsinya ya.

Advertisements