Sepak bola lambang persatuan


Akhir-akhir ini pasti kita semua tahu, bahwa timnas Indonesia tengah on fire dalam perhelatan dua tahunan piala AFF Suzuki. Senang rasanya ketika timnas berhasil membungkam semua lawannya,antusiasme penontonpun meningkat. Ribuan bahkan puluhan ribu yang disediakan panpel selalu ludes bahkan sebelum pertandingan digelar. Suporter rela datang dari kejahuan dan antri tiket demi menyaksikan secara langsung tim garuda berlaga. Di GBK tidak ada lagi perbedaan yang biasanya kerap mewarnai pertandingan antar klub di ISL. Kericuhan suporterpun sirna oleh wibawa tim garuda.

Timnas Indonesia telah menjadi obat pelipur lara ditengah terpaan bencana dan kontroversi yang sebelumnya meramaikan jagat media di Indonesia. Kini headline menyuarakan satu berita, kemenangan timnas dan kemengangan timnas. Walau kadang terasa berelebihan namun itulah Indonesia yang masih harus terus belajar.

Laga firman utina dkk. di GBK juga telah terbukti ampuh sebagai alat pemersatu bangsa. Ketika timnas berlaga tidak ada lagi biru, oranye atau kuning sekalipun, yang ada hanya Timnas, Garuda. Bahkan bagi yang menonton laga kontra filipina, kita juga bisa menyaksikan baha pak.ical dan pak beye pun larut dalam suasana tegang dan garuda. Kuning dan biru mereka tanggalkan demi timnas.

Timnas tengah menunjukan magicnya. Mudah-mudahan ini akan berlangsung terus dalam jangka waktu yang lama. Namun untuk hal ini, tentunya harus ada political will dari pemerintah dan dalam hal ini PSSI harus dapat mengelola sepak bola dengan baik dan benar. Pembenahan sarana dan prasarana serta liga yang kompetitif guna mendukung berkembangnya bakat dan talenta-talenta muda nusantara.

Yang pasti, The JAK dan Bobotoh bisa akur di GBK ketika nonton tim Garuda berlaga – sungguh merupakan pemandangan yang langka.

baca juga lainnya —>>

Surat Untuk Firman sebuah surat dari orang biasa untuk kapten timnasnya

Jamuan kekalahan, TUAN?

Sadar Potensi TIMNAS

Nurdin dan Semangat Garuda

Sepak bola lambang persatuan

 

Advertisements