Salahku, sahabatku


Begitu jari jemarinya menyentuh tuts keyboardnya, nada-nada indah mengalir dengan deras. Gelombang suaranya menimbulkan getaran-getaran yang magis ditelinga. Dijamin, semua akan terpesona olehnya. Gedungnya sudah penuh pada tangga 18/12/2010 – aku masih bearada jauh dari tempat itu. Melewatkan diri dari magis yang akan memanjalan telinga dan perasaan.

Salahku, sahabatku … agak susah juga menangkap makna dari lirik lagu ini, tapi mungkin intinya tentang sebuah pengakuan. Sama seperti hal yang akan saya ungkapkan untuk sahabat-sahabatku yang telah sejenak aku lupakan. (hapunten-nuju riweh pisan) ngga bisa ngabarin ke alpaan saya dalam pertunjukannya.

Salahku, sahabatku … tidak dapat bersama kalian menyaksikannya. Bangun kesiangan menjadi awal dari semuanya, tapi ini juga berawal karena saya bangun pagi dan minum jamu enak buat badan rebahan lagi.

Salahku, sahabatku … jam 7 pagi aku sudah bangun, lanjut minum j bunyi titttt jam tangan menunjukan jam 12.00 – satu acaraamu, makan bakpao. Perut kenyang mata mulai tak lagi bersahabat. Cahaya mulai pudar, ditambah dengan harmoni versaemerge yang menghipnotis dengan musik akustik. Sekitaran jam 08.00 saya masih sadar, saya yakin itu, dan saya sadar kembali dengan telah menunggu kedatangan saya.

Rumah Coklat ?

dedicated to iyank and estern

Salahku sahabatku … saya tidak langsung mandi, karena ternyata PLN sedang memutus aliran listrik seluruh komplek. Terpakasa menunggu bak terisi untuk mandi, rokok dan kopi tidak lupa menemani. Jam 13.00 sudah tenggelam dalam acara, waktu mempercepat lajunya. Tugas berikutnya sudah memanggil.

Salahku, sahabatku … kota harus kutinggalkan, tanpa hp yang berpulsa, beberapa sms jam 14.00 – saat ini belum terbalas, keculai lewat ym dan twit. Karena ini tugas yang sudah menjadi tanggung jawab, saya mengacuhkan. Setulus hati saya mohon maaf sama kalian ya 🙂

Tapi – tu kan refrensiku ya, jadi kalian harus berterimaksih juga dong ma aku. Aku tebus dengan ini ya!

Advertisements