Nurdin dan Semangat Garuda


Old logo.

Image via Wikipedia

Saya tidak akan marah ketika ada orang bilang “nurdin itu mantan napi”, tapi saya marah sekali ketika ada orang yang bilang “nurdin itu mantan koruptor”. Pikiran nakal saya lantas berjalan, seandainya saya jadi nurdin waktu itu, mungkin saya akan bilang, kenapa saya marah dikatakan demikian, karena saya “masih” seorang korup sejati. Mungkin ruangan akan tertawa, lalu saya bilang lagi dalam hati saja “sekarang siapa yang menari diatas luka” orang saya nggak terbukti kok… senyum kecil mungkin akan menerjemahkannya.

Nama yang satu ini, kembali lagi ke arena tv, dimana semua orang akan terlihat begitu benar atau begitu salah. Dalam sebuah acara diskusi yang diadakan oleh salah satu stasiun tv swasta Indonesia. Seiring dengan serangkaian kemenangan yang dibukukan oleh timnas merah sepak bola, namanya menjadi beken disemua kalangan. Kemenangan timnas memaksanya unjuk gigi kepermukaan, setelah sekian lama menghilang, terhalang oleh terali besi di bui. Dari sana pula ia mengendalikan lembaga tertinggi yang menaungi olah raga paling banyak disuka di seantero nusantara, sepak bola.

PSSI yang ia pimpin sejak beberapa tahun yang lalu, kini sedang menjadi sorotan. Bukan karena tidak berprestasi, karena justru mungkin orang sudah terbiasa dengan hal itu. Kali ini justru karena ada prestasi, tim garuda indonesia mengalahkan musuh-musuhnya dengan serangan yang sempurna. Kini cakarnya sudah berada ditangga terakhir menuju juara, tinggal satu langkah lagi konsistensi determinasi akan diuji sebagai juara sejati.

Dari balik bui dia kendalikan, dari balik bui pula dia mempersatukan, memberikan hiburan masyarakat yang memang membutuhkannya. Ditengah terpaan dan cercaan ia rela melewatinya dengan tenang dan penuh strategi, kini hasilnya menunjukan sesuatu yang baik. Superliga yang merupakan gagasan semasa jabatannya menjadi salah satu dari 1o yang terbaik di Asia. Dia memiliki sifat burung garuda, siap menerkam kapan saja.

Entah ini andil dari siapa saja, yang pasti sekarang semua orang sedang menikmati sepakbola. Dari ujung timur keselatan orang sekarang bangga mengenakan kaos merah berlambang garuda. Jangan katakan ini jasa nurdin, karena banyak sekali pihak yang terlibat didalamnya. Kalau pun ia harus diganti, tidak ada jaminan PSSI menjadi lebih terpuji kalau tanpa prestasi. Lalu ini apa, semangat garuda yang tiba-tiba saja ada dan menjelma dalam sosok firman utina dkk, yang pantang menyerah dalam membela garuda.

Ditengah kritik yang tajam dan cercaan ia mempertahankan jabatannya, apakah ia tidak memiliki rasa malu, atau justru ia sangat bersemangat seperti burung garuda?

baca juga lainnya —>>

Surat Untuk Firman sebuah surat dari orang biasa untuk kapten timnasnya

Jamuan kekalahan, TUAN?

Sadar Potensi TIMNAS

Nurdin dan Semangat Garuda

Sepak bola lambang persatuan

Advertisements