2011 Kiamat makin dekat


Tidak terasa, waktu memang tidak ada seorang pun, atau satu teknologi pun yang mampu menghentikannya (kecuali dalam film). Kiamat semakin dekat, kalau ramalan suku maya benar, maka pada tahun 2012 akan ada peristiwa besar yang mengubah dunia. Melihat tanda-tandanya sih mungkin aja (bukan bermaksud menakut-nakuti, kecuali anda memang benar-benar takut) dunia sudah semakin renta, kareana ulah manusia yang tidak memperdulikannya. Tanda-tandanya, bencana menjadi sangat sering terjadi, entah itu karena kekeliruan manusia, atau memang yang murni karena alam (yang sedang murka).

Beberapa bulan yang lalu, pasti anda semua mengetahui bahwa ada sebuah film tentang kiamat yang berjudul 2012. Nah loh, anda pasti menjadi salah satu penontonnya. Kiamat terjadi bukan karena malaikat yang meniup trompet, kemudian gunung-gunung meletus dan lain sebagianya. Semua orang kayaknya berkontribusi dalam proses mensukseskan kiamat. Dalam film tersebut, permukaan air naik dan menenggalamkan seluruh daratan, itu sebabnya pasti anda ketahui. Pemanasan global juga kini menjadi pembahasan penting di meja-meja konsolidasi dunia.

Lalu apakah anda sudah siap? (saya sih siap-siap aja) kalau resikonya cuma mati. Seperti sjahrir bilang, hidup itu hanya menunggu kekalahan. Teknologi, boleh saja semakin maju (termasuk alat yang saya gunakan untuk nulis ini) tapi samapai sejauh ini belum ada alat yang dapat memprediksikan kapan hari H akan terjadi. Itu memang rahasia tuhan, mungkin tuhan juga sekarng cuma mesem-mesem aja melihat sejumlah penemuan yang dianggap mencengangkan dunia teknologi. Kalau ada yang bisa nanya juga, mungkin tuhan akan bilang “hmmmm… kasih tahu ga yah”. Nahloh…

Pada malam tahun baru kemarin mungkin anda juga masih merayakannya dengan sanak saudara, family, atau handaitolan, atau pacar, mungkin sama teman juga. Senang memacetkan jalan, meniup trompet, menyalakan kembang api dan sebarek kegiatan murahan lainnya. Eitsss saya bukan melarang (faktanya saya juga turun kejalan dan jalan kaki menyaksikan pertunjukannya) cuma saya tidak pernah meniup trompet atau menyalakan kembang api. Apa gunanya? hehehe lucu aja, melihat orang-orang ramai-ramai diajalan itu. Bagaimana ya dengan 2012 nanti?

Budaya ini entah mulai sejak kapan (kalau ada yang tahu) ?

Gini ni enaknya nulis di blog sendiri, (mungin kalau di koran akan memepertimbangkan bahasa dan isi) bebas tanpa batas. Namanya juga pendapat, kalau ada yang ga setuju ya wajar saja, mata dan pikiran beda-beda. Kalau ada yang ga terima baru itu tidak wajar. Tentunya termasuk juga tentang mendifiniskan kiamat.

Bagi masyarakat sidoarjo, mungkin kiamat sudah terjadi pada tahun 2006 yang lalu, dan mereka kini sedang membersihkan dosa-dosa mereka dengan menerima siksaan yang berupa uang pengganti yang tidak kunjung dipenuhi oleh si tuan yang berkuasa. Kehilangan rumah dan mata pencaharian, tanah dan kehidupan mereka sudah terkubur lumpur LAPINDO, kiamat pun terjadi oleh sebab sebuah PT yang berniat mengekploitasi sumberdaya alam yang ada diperut bumi sodoarjo.

Lebih jauh dari itu, kiamat mungkin juga terjadi setiap hari. Ketika para fakir bingung mereka akan sarapan atau tidak. Kolong jembatan mana yang akan mereka jadikan tempat berteduh dari hujan yang turun kapan saja. Sampah apa yang akan mereka pungut hari ini, mau bayar tunggakan sekolah anak dengan apa, harus memberi alasan apa sama kepala sekolhnya… dan bla bla bla bla, banyak banget. Sementara itu, orang lain yang sok-sok peduli dengan menyumbang di TV menikmati kehidupan yang jauh bahkan dari bayangan orang lainnya, lengkap sudah penderitaan. Kiamat juga. Petugas penyiksaan di ambil alih oleh para elite bajingan yang rela melakukan apa saja demi sebuah jabatan.

Belagak rapat padahal madat, mengeluarkan kebijakan yang mereka bilang untuk kemaslahatan, kalau tidak untuk jangka pendek yang jangka panjang (semua orang juga tahu, kalau tidak panjang yang pendek), hasilnya adalah kesengsaraan. Para pemegang modal menciptakan neraka-neraka yang siap menundukan siapa saja yang mencoba lari darinya. Semua dimonopoli, angka-angka statistik mereka jadikan hiburan sementara untuk menina bobokan. Kiamat mereka jadikan konsekunsi logis yang mau tidak mau menyisakan pilahan ia atau tidak ketika kebenaran ditentukan dengan angka.

Sudah dulu deh, kiamat itu ada karena ulah bangsat-bangsat disekeliling anda. ABAIKAN

Advertisements