KIKY 2011, ekstratime


Saya yakin seyakin-yakinnya, itu adalah map yang saya pegang beberapa hari kemarin. Pikiran liar hanya diberiwaktu sebentar untuk terus menebak apa maksud kadatangan lelaki tersebut, karena menit berikutnya ada sebuah penjelasan dari bibir nya yang menghitam akibat terlalu sering bersentuhan dengan tembakau tampaknya. Bagi yang terpaksa dengan tidak sengaja membuka dan membaca dengan tidak sengaja bagian ini, sebaiknya anda membaca bagian sebelumnya. Ga usah repot-repot, langsung klik aja KIKY 2011. Bagi pembaca yang beruntung dan walaupun dengan terpaksa dan tidak sengaja juga membaca bagian sebelumnya saya ucapkan selamat. Mudah-mudahan anda benar-benar membaca ini karena satu paragraf terakhir saya, yang memang saya khususkan untuk menggugah rasa penasaran anda. Jika tidak, lain kali akan saya coba lagi.

Usut punya usut, hehehe kembali ke bagian yang santa yah. Lelaki tersebut ternyata adalah orang yang menggantikan Bu. Partini, pembicara yang di undang panitia untuk mengisi materi tentang penelitian sosial. Map yang beliau bawa, memang benar map yang beberapa hari yang lalu saya bawa dan saya antarkan ke ruma Bu.Partini, karena beliau adalah penggantinya, wajar jika sekarang map itu dibawanya (brrrrbbbb belibet ni nulisnya) berupaya menunjukan rasa hormat dengan tulisan ternyata lebih sulit dari sikap hormat secara langsung, yang bisa di buat seakan-akan (hehehe curcolan pulak ni saya). Bapak yang satu ini memang unik dan menarik, diruang tunggu sambil menunggu sesi saya sempat ngobrol ngalor ngidul dengan belaiu. Ternyata, usut punya usut beliau dahulu kala pernah kuliah hukum, dan karena perbedaan paham dengan dosen pembimbingnya beliau tidak lulus. Untungnya aja, kuliah dobel, dan akhirnya sekarang saya bisa jadi seperti ini. Kenang orang mBantul ini dengan bangga.

Selanjutnya, bagi yang dikelas baru, pasti kalian masih ingat kalau mas Vando (yang mirip personel smash itu) dan mas Fachri (dia orang timur.red). Apa kesannya?. Saya nggak ikut kelasnya, tapi setelah ada sesi curcolan panitia, hmmm km ngrasain apa yang aku rasakan! Vando bilang gitu ma fahri, apa artinya yah? ahhh enathlah, mungkin mereka grogi kali ya, waktu didepan. Ya, kurang lebih sama deh, dengan para peserta yang takut untuk presentasii didepan umum, bedanya mereka berhasil meminimalisasi rasa takutnya menjadi kekuatan untuk berseloroh… hehehe *abaikan deh ga jelas.

Lanjut kemalamnya, kompetisi PES antar panitia dimulai. Hmmmmm… “malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya” (dewi lestari) lagunya jadi tepat buat saya. Thanks dee 🙂

Hari kedua

Oke, jujur untuk hari kedua saya agak bingung akan memulai darimana nulisnya. Hari itu saya bangun sangat telat, maklum lah malamnya habis begadang. Begini saja, saya memulai dari siang, untuk pagi kita lewatkan saja. Toh kegiatanya cuma sarapan dan materi kan. Itu tergolong acara penting, dan disini berarti nggak penting sama sekali hehehe. Ibarat kendaraan bermotor, hari pertama sudah digeber habis-habisan dan seterusnya tinggal setengah kekuatan… loyo.

Ni salah satu contohnya, hehehe mas Daya terkapar, tapi dia kalo tidur sangat cuek ya…:D

Advertisements