Tentang protes anti pemerintah di Mesir


Sedikitnya 1.000 orang telah ditahan di Mesir sejak Selasa, dalam aksi protes paling serius terhadap 30 tahun kekuasaan Presiden Hosni Mubarak, menurut seorang pejabat keamanan Kamis, pada saat para aktivis berikrar akan terus berdemo.

www.republika.co.id

Di Kairo polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan semprotan air terhadap demonstran yang melempar batu, hari Selasa. Protes terpisah pecah di Alexandria dimana para demonstran meneriakkan slogan-slogan anti Mubarak.

Mesir Dilanda Aksi Protes Anti Pemerintah – www.voanews.com

Protes massal anti pemerintah landa Mesir

Demonstrasi antipemerintah merebak di Mesir setelah para aktivis menggalang kampanye di internet pasca pergolakan rakyat di Tunisia. Ribuan demonstran berarak melewati jalan-jalan ibukota Mesir, Kairo sambil memekikkan yel-yel anti pemerintah. Aksi massal ini berlangsung setelah kalangan aktivis menyerukan ”satu hari revolusi” melalui pesan yang disebarkan di internet.

www.bbc.co.uk

Wartawan BBC Jon Leyne di Kairo mengatakan rapat umum digelar di beberapa tempat di Kairo, dan jumlah warga yang ikut lebih banyak dari yang diharapkan penggerak aksi. Konfrontasi yang diwarnai bentrokan terjadi di beberapa tempat, katanya. Semua ini digerakan melalu social media TWITTER.

Di berbagai tempat di negara itu puluhan ribu pengunjuk rasa muncul setelah shalat Jumat dan bentrok dengan polisi. Presiden Husni Mubarak, yang menghadapi penentangan terbesar selama berkuasa 31 tahun ini, memerintahkan militer turun ke jalan-jalan di Kairo. Mubarak diperkirakan akan segera mengeluarkan pernyataan.

Masih di jalan

Larangan keluar rumah sekarang sudah diberlakukan, tetapi gambar-gambar dari siaran langsung televisi menunjukkan di Kairo masih banyak orang di jalan-jalan. Kobaran api juga tampak dari tempat di sekitar markas besar Partai Nasional Demokrat yang berkuasa di Kairo. Kendaraan militer banyak tampak di jalan-jalan Kairo. Di satu lokasi, sebuah kendaraan militer tampak mundur ketika dikelilingi ratusan pengunjuk rasa yang mengangkat tangan mereka sebagai tanda kemenangan. Larangan keluar rumah diberlakukan dari pukul 18.00 sampai pukul 07.00 waktu setempat.

“Freedom, freedom, freedom,” the protesters chanted. “Where are the Egyptian people?”

dan apakah ini yang menunjukan bahwa kini pemerintah tidak bisa seman-mena mengatasnamakan rakyat. The power of sicial network akan menunjukannya lagi, dilain hari dilain tempat, pada pemerintahan yang sama jenisnya.

Advertisements