Mesir memanas, SBY serukan evakuasi udara


Sudah sejak beberapa hari ini, situasi di mesri semakin memanas. Ribuan dan bahkan sekarang jutaan warga mesir turun kejalan untuk satu tujuan, mundurunya rezim HUSNI MUBARAK yang sudah berkuasa sejak 1981. Pemerintah negara-negara yang memiliki penduduk di mesir rama-ramai menyerukan untuk pulang bagi warganya. Hal ini menyebabkan kekacauan di bandara, dan bahkan ada sekitar 4.5 juta yang sekarang menunggu di bandara untuk pulang.

Situasi di mesir benar-benar sedang tidak bersahabat. Presiden SBY pun menyerukan WNI yang ada disana untuk segera meninggalkan negara tersebut dengan seruannya sebagai berikut:

Berikut ini adalah empat imbauan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri pada Selasa, (1/2/2011) :

  1. Menegaskan kembali kepada seluruh WNI yang berada di Mesir agar terus waspada dan menghindar kerumunan massa dan daerah-daerah yang rawan keamanannya.
  2. Menegaskan kembali agar seluruh WNI yang berada di Mesir selalu terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo dengan alamat: 13 Aisah El Taimoria Street, Garden City, Cairo, Egypt. Telepon kantor dan staf KBRI yang dapat dihubungi adalah: i. +20227947200 / ii. +20227953877 / iii. +20233350627 / iv. +20237617681
  3. Selain melalui KBRI di Kairo, WNI juga dapat menghubungi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Jakarta mengenai situasi dan keadaaan WNI di Mesir. Nomor-nomor Kemlu yang dapat dihubungi adalah : i. +6282112450500 (Sdr. Tatang Razak); ii. +6281210157444 (Sdr. Ronny P. Yuliantoro); iii. +6285888271361 (Sdr. Bambang); dan iv. +6281325583226 (Sdr. Masbukhin).
  4. Menegaskan kembali kepada seluruh WNI yang akan berkunjung ke Mesir dalam waktu dekat agar meninjau kembali rencana kunjungannya hingga situasi di Mesir kembali normal.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan semua warga Indonesia yang saat ini ada di Mesir dievakuasi lewat udara. Perintah ini menyusul kondisi terakhir di negara piramida yang semakin memburuk. “Untuk mengamankan dan menyelamatkan warga,” katanya dalam jumpa pers seusai rapat terbatas di Kantor Presiden, Senin (31/1).

Evakuasi akan dilakukan lewat udara, menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan pesawat-pesawat lain yang tersedia. Yudhoyono membentuk Satuan Tugas khusus untuk menangani evakuasi 6.149 warga Indonesia yang tercatat kini ada di Mesir. Kementerian Luar Negeri mencatat dari 6.149 warga Indonesia di Mesir, 4.297 orang adalah mahasiswa, dan 1.002 orang Tenaga Kerja Indonesia. Sisanya ialah warga lain yang berdomisili di sana, termasuk staf Kedutaan Besar RI dan keluarganya.

baca juga tentang revolusi di mesir #egypt dan #jan25 revolusi di mesirTentang protes anti pemerintah di MesirMubarak’s Rule is a logical consequence of democracy?

Advertisements