KONGRES PSSI: Malaikat juga tahu siapa juaranya


Sepakbola di Indonesia kini lebih diperhatikan. Semua orang harus setuju dengan itu, terutama setelah adanya perhelatan Piala AFF yang dilaksankan di Jakarta dan di Malaysia keluar sebagai pemenangnya. Sejak saat itu, sepak bola menjadi buah bibir semua kalangangan. Tentunya hal ini ada sebabnya, diantaranya adalah kedatangan pemain naturalisasi Irfan Bachdim dan Christian Gonzalez yang telah menarik para pecinta sepak bola yang boleh dikatakan dadakan dari kaum hawa. Selian itu, prestasi timnas dibabak penyisihan telah memeberikan harapan bagisemua rakyat Indonesia tentang kebahagian menjadi juara. Gol-gol Firman Utina dkk telah menjadikannya lebih terkenal dari sebelumnya disemua kalangan.

Waktu itu, media telah berlomba-lomba mmeberitakannya. Karena kemenangan tentunya dan walaupun tidak sedikit juga karena beberapa karakter yang menjadi punggawa timnas. Sebut saja Irfan yang banyak diburu  gosipers dan Markus Haris Maulana yang baru saja menikahi artis Kiki Amalia waktu itu. Sepak bola memang luar biasa, selain memberikan kegembiraan karena kemenangan juga menjanjikan pemenuhan kantong yang bagi pihak yang dapat memanfaatkannya. Sebut saja para pedagang kaos yang juga banyak yang dadakan sering kahabisan stok waktu itu. Keuntungan meningkat bisa mencapai 300% dan tentunya masih banyak lagi pihak yang diuntungkan karena Timnas waktu itu. Tidak usah disebutkan satu-persatu karena orang yang menikmatinya semua juga sudah tahu. Tahun 2010 ditutup dengan menjadi finalis.

Tahun 2011 PSSI masih mempercayakan kursi keplatihan kepada Aldred Riedl, pria Astria ini memang dikenal keras dalam mendisiplinkan pemain dan anti intervensi, makanya masyarakat juga mendukungnya. Beda halnya dengan jajaran kepengurusan PSSI, yang sama sekali tidak dapat mengambil simpati masyarakat. Sejak membawa keluar timnas untuk acara keluarga dan atau apapaun itu nama acaranya yang jelas tidak ada hubungannya dengan target yang harus dicapai timnas, namanya kian terpuruk dimata rakyat pecinta sepakbola nusantara. Sebut saja NH, yang kini masih mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI walau tidak diinginkan. Dengan berbagai macam dalih perjuangan untuk sepakbolanya ia tetap legowo dengan semua hinaan yang dialamtkan kepadanya. Dia akan tetap ada dalam daftar calon ketua dalam kongres tahun ini, semua orang juga tahu, tidak lah perlu tanya malaikat untuk itu.

Tahun ini PSSI akan mengadakan kongres dan pria NH itu sudah menjabat selama dua periode, jadi kalau ia masih terpilih maka ini yang ketiga. Pria yang satu ini memang luar biasa. Kongres PSSI yang rencananya akan dilaksanakan di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, pada 19 Maret mendatang, akhirnya dipindahkan ke Bali. Menurut Sekretaris Jenderal PSSI, Nugraha Besoes, langkah ini dilakukan setelah PSSI melakukan konsultasi dengan pihak AFC dan perwakilan FIFA. “Jadi, saya, pak Nurdin Halid, pak Nirwan Bakrie, dan pak Dali Tahir lapor ke AFC pada 7 Februari lalu bahwa kami akan melakukan kongres. Kami bertemu di Bangkok dengan Mohamed Bin Hammam (Presiden AFC) dan perwakilan FIFA. Kami jelaskan bahwa kongres akan dilakukan di Bintan dan mereka tak tahu Bintan itu di mana,” kata Besoes di kantor PSSI, Kompas Senin (14/2/2011).

Menurut Besoes, faktor logistik menjadi alasan utama AFC tak setuju kongres di Bintan. Pasalnya, transportasi ke Bintan cukup sulit karena harus melalui perjalanan udara dan laut. “Mereka bilang kami harus cari tempat yang lebih mudah dijangkau karena akan ada anggota AFC dan FIFA yang datang. Lalu kami usulkan, bagaimana kalau di Bali dan mereka akhirnya setuju,” lanjut pria yang kerap disapa Kang Nug tersebut. Karena ada perpindahan, maka tanggal kongres juga akan ditunda selama satu pekan, menjadi 26 Maret mendatang. Mengenai pemberitahuan hal ini kepada 100 peserta kongres, Besoes mengatakan, PSSI akan secepatnya mengirimkan undangan.

Kita akan lihat, apa yang akan terjadi di BALI nanti, tapi mudah-mudahan semuanya diluar jangkauan akal manusia saja. Karena kami sebenarnya sudah menebak dan berharap itu tidak menjadi kenyataan. Sepak bola adalah hiburan sejati untuk masyarakat, mudah-mudah pengelola adalah orang yang benar, dan bukan lagi orang yang salah, apalagi sumber masalah.

-Salam hangat untuk seluruh pecinta sepakbola nusantara-

Advertisements