Nurdin Halid, Siapa tidak tahu?


Siapa yang tidak tahu, Nurdin Halid. Ya orang yang satu ini sedang ramai sekali diperbincangkan oleh semua rakyat dan media di Indonesia. Kenapa? pastinya karena ia tetap keukeuh maju mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI. Lalu, apa yang salah? memang sebenarnya siapa saja berhak maju dan mencalonkan diri, toh akhirnya tim verifikasi yang akan menentukan berhak lanjut atau tidak. Yang tidak lolos punya dua opsi, menerima dengan lapang dada atau mengajukan banding tidak terima.

Tidak ada yang salah dengan pengajuan diri NH sebagai ketua umum PSSI tahun 2011 ini, selain karena ia adalah orang yang sudah pernah menjabat posisi yang sama selama dua periode. Kebetulan selama periode itu pula, hiburan paling dinanti dari persepakbolaan nusantara, yaitu membawa piala sebagai juara tidak kunjung tiba. Akhirnya, masyarakat tidak lagi percaya dengan kepemimpinannya. Itu sebab pertama.

Sebab kedua, tidak ada yang salah juga ketika seorang NH mengajukan diri. Peraturan FIFA yang paling banyak diketahui tentang ketua salah satu badan sepak bola yang ada dibawahnya adalah mantan Narapidana tidak boleh menjabatnya. Lalu bagaimana dengan NH? Ya ia pernah dipenjara selama beberapa tahun karena kasus korupsi. Namun MK pada waktu itu membebaskannya, karena apa? wallahu a’lam. Disalah satu acara TV, NH berkata ” saya mungkin lebih bisa menerima dikatakan seorang mantan NAPI, namun saya tidak terima ketika dikatakan saya mantan koruptor”.

Kembali kemasalah PSSI, NH akhirnya menjadi salah satu dari dua calon lolos seleksi tim verifikasi calon ketum PSII. Untuk ketiga kalinya NH sekarang menjabat sebagai ketuanya. Walaupun diterpa berbagai cercaan dan hinaan hampir dari seluruh pencinta bola nusantara namun ia tidak goyah, ia tegar menghadapinya. Seolah ia tidak lagi memikirkan tentang harga diri yang sudah raib entah menguap menjadi apa. Keluarga dan semua yang berhubungan dengannya sudah mulai ditimpa akibat kekeukeuhannya. Tapi NH adalah NH, tidak untuk munduru dan meninggalkan PSSI.

PSSI adalah hidupnya, adalah jiwanya, adalah kehormatan dan hargadirinya. Namun dapat dipastikan itu semua hanya akan menjadikannya bulan-bulanan cercaan dan hinaan demonstran atau mungkin obrolan kopi warga yang sedang giliran ronda. NH – saya yakin dia tidak akan mundur, namun saya tidak yakin pssi akan berprestasi, dan kalaupun berprestasi saya tetap tidak yakin ia akan berbalik dipuji.

Nurdin Halid, Siapa tidak tahu?

 

Advertisements