Petualangan #1


Jangan tanya kisah ini akan mulai darimana, karena ini sudah dimulai sejak dulu kala. Sejak jaman nenek moyang kita yang belum sampai di kepulauan nusantara. Sejak teh pertama kali di temukan, atau mungkin juga sejak rumah edison kebakar gara-gara percobaannya menemukan bohlam. Lebih jauh lagi, plato juga pernah menulis tentang sebuah pulau yang namanya atlantis dan sampai sekarang masih menjadi semacam mitos karena yang tahu hanya Ia dan mungkin kalau ada orang dari jaman dan pulau itu yang akan membenarkannya.

Entah ini hanya mimpi atau kenyataan, mereka beberapa kali datang ketempat itu, dan selalu mearasa asing. Padahal semuanya dapat dipastikan tidak ada yang berubah, tidak ada yang digeser, mungkin hanya musiknya saja yang disesuikan dengan top hits nya MTV atau mungkin dari radio lokal dengan singkatan nama kampus itu. Entah. Mereka?… ya mereka, karena itu terdiri dari dia, dia dan dia. Eh. Berkumpul untuk menunjukan masing-masing punya kesibukan dan tetap masih bisa menyempatkan diri untuk keluar dari dunia yang selama ini membuat mereka dekat walau berjarak.

Mereka semua ahli, dalam bidangnya masing-masing, berbeda-beda. Namun cuaca waktu itu telah membuat mereka memesan minuman yang sama. Syukurlah dalam hati, kami berbeda namun, masih ada juga yang memebuat kami sama, walau hanya isi dalam gelas. Tapi itu sudah lebih dari cukup untuk mengisyaratkan ada kesamaan. Seperti halnya anak-anak muda yang biasa nongkrong di kafe-kafe, mereka juga ngobrol kesana kemari. Ayas termasuk orang paling baru dari perkumpulan itu. Mereka telah saling mengenal sejak masa SMA dan ayas baru mengenalnya beberapa waktu lalu di dunia nyata, yang kemudian menjadi lebih dekat di dunia maya. Obrolan yang tidak jelas asal-usul dan akhirnya, tiba-tiba sampai pada tema yang sangat membosankan. Sebuah teori yang dipelajari waktu SMP, fisika, kimia dan sejarah semuanya sudah seperti dongen sebelum tidur.

Sebuah percobaan akan mereka lakukan, sebuah ekspedisi sedang mereka rencanakan. Petualangan yang mereka inginkan. Waktu dan tempat berkumpul berikutnya telah ditentukan. Mereka akan membuat perubahan keadaan yang sudah sangat membosankan. Penuh retorika, penuh kepalsuan, penuh pencitraan dan ahhhhh sangat sangat sangat penuh kebosanan.

hai – sudah lama kau? udah pesen?…

sedikit basa basi untuk mencairkan suasana dan agar tampak seperti mereka yang sedang asyik dengan bb dan mungkin tugas kuliah juga di meja yang lain.

dengan santai mereka saling sapa! ditempat seperti itu memang tidak ada yang akan curiga bahwa mereka akan menyusun sebuah rencana petualangan dengan biaya miliyaran dan bahkan mungkin triliyun. Dari sebuah cafe anak muda, membuat sebuah perubahan begitu harapaannya. Tanpa perlua koalisi atau apalagi kendaraan partai yang menjijikan. Sebuah list panjang dibuka.

KITA AKAN MENCULIK PRESIDEN, Setuju….? lemparan tema dengan nada enteng ayas disambut dingin oleh kedua rekannya.

Hai – santai lah… ada latar belakangnya, kita ga akan minta tebusan keluarga apalagi negara, yang sudah miskin ini. Kalian pasti masih ingat peristiwa rengasdengklok. Presiden kita akan tempatkan pada tempatnya, yang ada sekarang ia berdiri diatas kotoran, itu tidak layak, kita akan membuatnya layak. Pertanyaan selanjutnya sudah siap meluncur dari mulut Tese.

Permisi mas, pesenan minum dan kentang goreng yang dibawa pelayan cafe memberikan mereka jeda.

eh iya iya… tangan terampil hasil olahan skiping tiap pagi cipta segera menyingkirkan list petualangan mereka yang berharga, seraya berkata.. makasih mas.

Kita harus membagi tugas, kita butuh skenario dan peralatan yang kita butuhkan untuk misi ini. Ayas menutup pertemuan dengan membagi tugas untuk teman-temannya.

Advertisements