Terimakasih


Haha.. iseng aja, atau hanya kebetulan, hmmm atau juga memang sudah seharunya rasa terimakasih itu diucapkan atau dismapaikan, atau juga hanya ditulis seperti ini, atau mungkin dipanjatkan lewat do’a. Ah yang pasti rasa terimakasih itu penting, itu point pentingnya.

Terimakasihku untuk semua yang ada disekelilingku, lingkungan yang telah membuat hidup dan memebrikan nafas  demi nafas tiap detiknya. Terimakasih orang – orang tercinta dari desa yang jauh disana, yang sudah lama tida berjumpa dan termakasih juga untuk orang yang mencintai dan tidak lupa terimakasih untuk orang yang mencoba membenci. Benci kalian adalah hiburan dan anugerah kekuatan.

Banyak sekali orang yang mendukung dan memeberi motivasi, untuk itu terimakasih juga. Mungkin saya bukan orang yang pandai mengingat kebaikan orang, apalagi membalasnya. Untuk itu semua mohon maaf yang sebesar-besarnya. Hanya dalam lembaran tak berarti ini, saya mencoba menulisnya, bukan untuk dibaca, melainkan ini hanya untuk membantu saya mengingat dan mengenang semua kebaikan dan kebajikan yang saya dapatkan dari orang – orang terbaik yang Tuhan datangkan.

Satu kata:

TERIMAKASIH

Mungkin terlalu sederhana dan jauh dari cukup untuk diartikan sebagai balasan. Namun dengan tulus kata itu saya tuliskan untuk semuanya tanpa terkecuali. Tak ada daftar yang sayang punya, dan tak ada niat juga untuk menulis nama, karena semuanya saya anggap sama. Bukan tidak pantas untuk ditulis, namun sebuah nama terlalu berharga untuk ada hanya dalam sebuah lembaran ucapan. Semoga semuanya dapat menerima balasan dari Tuhan ALLAH SWT yang maha kuasa, dan tertulis namanya sebagai penghuni surga.

Untuk yang senantiasa memepengaruhi saya dengan tulisan – tulisannya tentang sejarah, entah itu sebagai fiksi atau sekedar oecahan orang gundah. Terimakasih. Tidak ada pengaruh yang lebih kuat daripada bacaan bung.

Untuk Sesuatu yang selalu menghantui. Lingkungan yang menakjubkan dan mengerikan, juga terimakasih telah memberikan efek yang tidak bisa dimanipulasi teknologi dalam hidup saya. Semua menjadi nyat.

Tidak ada deret  yang lebih saya kagumi selain fibbionaci, 112358 – bilangan berikutnya adalah hasil jumlah dua bilangan sebelumnya. Begitupula yang saya dapatkan sebagai seorang anak, yang tumbuh dari hasil jerih payah dua orang hamba yang disebut orang tua. Ibu dan Bapak – saya tidak kuat untuk tidak menuliskannya, dan saya tidak punya kata – kata untuk melukiskan rasa selain terimakasih sebanyaknya – banyaknya untuk keluarga.

Sekali lagi lingkungan yang telah memeberikan kesempatan untuk belajar, terimaksih. Semunay yang telah memberikan saya pelajaran, terimaksih. Semua yang telah memberikan saya pujian, terimakasih. Semua yang telah memberikan saya cercaan, terimakasih. Dari itu semua saya belajar.

Nafas ke dua – adalah saudara begitulah saya menganggapnya. Untuk orang yang selalu ada dalam gelap dan terang, terimakasih kawan. Kalian nafas kedua saya, yang telah mengubah racun kesedihan menjadi gelak tawa yang membahagiakan. Sekali lagi terimakasih.

Untuk titik yang menjadi harapan dan kekuatan, terimakasih untuk bahasa yang dimengerti dan tidaknya.

Sedikt ungkapan mungkin tidak akan berarti apa – apa, oleh karena itu saya menyampaikan do’a untuk semua saja. Semoga kebahagiaan menjadi milik kita semua.. amin.

Orang yang bahagia bukanlah orang yang tidak pernah menderita atau tidak pernah mendapat cobaan tuhan. Orang yang bahagia adalah orang yang dapat menerima semunya dengan lapang dada dan dilanjutkan dengan do’a dan usaha untuk mendapatkan kebahagiaannya. Rasa syukur yang selalu diinngatkan dengan tanda – tanda disetiap sudut kehidupan. Terima kasih ya Allah atas semua yang telah engkau berikan dan engkau anugerahkan.

Advertisements