Kelakuan sang dewan


Kenapa harus mereka yang menjadi dewan, menjadi perwakilan sebagian yang lainnya?. Ya, harus mereka, karena merekalah sebagian orang yang dipilih oleh sebagian yang lain untuk hidup bersama-sama dan memeperjuangkan kepentingan yang sama. Sang anggota dewan yang berdasi, menggunakan jas dan mobil, tidak lebih terhormat dari tukang becak dengan handuk lusuh penuh peluh dan kulit gosong terbakar panas terik matahari. Sudah seharusnya anggota dewan, tahu, sadar siapa yang mengangkatnya, siapa yang membuatnya bisa menggunakan dasi, jas dan mobil ber ac nya, tidak mengayuh becak. Siapa? mari kita tanya siapa anggota dewan yang tahu?.

Jangan bilang ketika mereka ditanya hal tersebut, itu bukan urusannya, itu urusan sekretariat, atau mungkin karena tukang becak itu miskin maka mungkin komisi lain yang berhak. Sekali lagi anggota dewan tidak lebih terhormat dari tukang becak atau pemulung yang dulu dimobilisasi untuk masuk kotak pembohongan jaman pemilu. Bukan rahasia pula kalau anggota dewan itu angkuh, senyum saja susah. Iya kah? bukan rahasia kan!.

Anggota dewan juga manusia, wajar jika mereka salah dan lupa. Itu sangat dapat dimaklumi. Tapi kalau lantas keluar negeri dengan tujuan untuk studi banding dan lupa malah jadinya liburan, apakah tukang becak yang terpaksa harus bayar pajak harus maklum juga? Mari kita tanya tuan – tuan dewan. Kalau samapai ada jawaban dan pertanyaan untuk itu, mereka berarti memang benar-benar manusia anggota dewan Indonesia.

Keluar negeri bukan hanya sekali dua kali, sudah sering selama masa jabatan dewan ini. Dengan tujuan yang sangat mulia, mereka menyempatkan diri menggunakan anggaran negara untuk mempelajri negara-negara serupa membuat kebijakan yang membanggakan rakyatnya. Mereka bersedia ditodong media dengan pertanyaan – pertanyaan yang tidak sedikit malah mengkritik, atau kadang ada tidak sedikit juga yang seperti memeriksa orang-orang yang baru melakukan dosa.

Dosa besar – memang tidak ada yang tahu bentuknya. Namun dampaknya jelas, begitu media menilai sebuah kesalahan. Bagaimana dengan dewan itu? oh tentu tidak, mereka orang terpilih yang sedang berjuang. Proses… harus dilewati, tidak ada yang instan. Klise memang, tapi kalimat itu yang paling mudah diingat dari dewan. Dalam proses penggodokan.

Karena dosa tanpa bentuk, maka tidaklah perlu ada daftar list dosa. Orang yang mau bikin sah-sah saja, asal ga sia – sia aja. Yang jelas mereka, siapapun orangnya yang akan menjadi dewan kelak akan dpat gedung baru dan juga studi banding yang lebih bermutu.

Rencana Gedung Baru Anggota Dewan (investasi masa depan)

Advertisements