Hai


Hi you there…

Ditengah malam yang dinginnya menusuk ia terbangung, oleh sebuah mimpi yang dengan sangat jelas bisa diingatnya. Mimpi yang sangat mengejutkan. Begitu nyata sampai – sampai ia seakan tidak percaya bahwa itu hanya sebuah mimpi. Apa yang ia harapkan ingin dengar –  tidak pernah ia dengar, apa yang ingin ia lakukan tidak pernah dilakukan. Kesempatan…. apa itu

Sapaan, memang sangat biasa. Kalau itu dilakukan oleh orang saling kenal, pun demikian sapaan akan tetap biasa jika dilakukan oleh orang yang sama sekali tidak dikenal. Lalu bagaimana sapaan kalau dilakukan oleh orang yang berada diantarnya, diketahui tapi tidak dikenal. Kenal tapi tidak kenal. Mungkin cukup menimbulkan pertanyaan.

Isi mimpinya, mengatur sebuah pertemuan orang yang berada diantara itu tadi. Tokoh dalam mimpi meninggalkan nomer yang bisa dihubingi dengan menuliskan ditangannya, dengan jelas, dengan sangat jelas. Ia tidak lantas merespon dengan serta merta, namun berpikir motif dibelakangnya. Sebagai orang yang sangat hati-hati ia tidak mau dibodohin oleh siapapun, sebagai pembohong ia juga tidak mau dibohongi. Itulah manusia, pembohong juga manusia, kilahnya.

Dialog dalam benaknya tidak berujung, bahkan kini tangannya mulai meraih pena dan kertas lantas mencoret-coretnya. Pena menari lincah, kertas putih dalam hitungan menit menjadi belang. Tidak menghasilkan apa-apa, lantas kertaspun berubah menjadi barang yang siap didaur ulang di kotak organic nya. Kejadian itu berulang beberapa kali sampai akhirnya kertas benar-benar habis dan pena mulai ia acuhkan.

Diraihnya sebuah TTS dan mencoba membuka halaman-halaman yang belum tersisi. Gawat, semua sudah terisi…. 5 huruf mendatar, lawannya madu?… cukup mudah. Untuk yang selanjuntnya cukup susah, sebuah peradaban yang hilang oleh sebuah ledakan gunung?… I HAVE AN INFORMATION.

Masih koma….

Advertisements