Terimakasih buat anak garuda


Anak garuda masih belajar terbang, dan menghadapi alam kompetisi yang mungkin sama sekali baru baginya. Keras dan senantiasa memberikan tantangan yang begitu besar. Namun melihat pertandingan skuad garuda muda pada final seagames kemarin seharusnya seluruh masayrakat yang cinta maupun yang biasa saja memberikan pujian bagi para penghibur sejati di GBK. Hanya mereka yang dapat membuat kita sejenak lupa akan macetnya Jakarta, anacaman penggusuran ketika berjualan, dan ijasah yang masih dalam map siap diedarkan untuk melamar pekerjaan yang susahnya seperti mencetak gol kegawang yang tidak ada.

Saya memang tidak tahu strategi bola yang jitu untuk mengalahkan Malaysia pada pertandingan final itu, namun yang saya tahu pasti adalah anak – anak garuda ini bermain sangat bagus. Walaupun mereka berada dibawah induk yang sepertinya sedang sibuk sendiri dengan sangakarnya yang masih belum teratur. Entah apa yang diurus dalam dalam sangakar tersebut, spertinya sangkar lebih rumit dikerjakan dibandingkan gedung – gedung bertingkat dan bermain sepak bola itu sendiri.

Sebagai supporter yang dewasa kita harus dapat menerima kemenangan dan terutama kekalahan. Kekalahan memang selalu menyakitkan, namun selalu memberikan pesan yang sangat berharga bagi kita semua. Bukan hanya pemain yang sudah bertanding dengan segenap keahlian dan tenaganya diatas lapangan. Semua anak bangsa seharusnya bisa mengambil pelajaran dari kekalahan, untuk sesuatu yang lebih membanggakan.

Perak bukan berarti lebih tidak berharga dibanding emas. Kami para supporter tidak pernah berharap kalian memberikan kami emas, toh itu tidak akan membuat kami makan dan kaya. Kami hanya ingin melihat kalian bermain sepakbola, permainan yang telah membuat kamii sejenak lupa akan beban berat hutang yang besok harus dibayarkan. Permainan kalian yang dapat menghibur kami, membuat kami berniat datang ke GBK, membuat kami berniat menonton TV dengan hati, dan keinginan murni. Bukan karena iklan, apalagi quis-quis sms bodoh itu.

Kami tahu pasti bahwa akan ada yang kalah dan yang menang, bisa kalian dan bisa juga lawan kalian. Kami tahu resikonya jika kalian kalah kami akan kecewa, tapi kami datang, kami menonton dengan niat memberi semangat. Kalian memainkan bola dengan indah, lincah dan akhirnya menggugah semangat kami untuk menonton, untuk belajar tentang semangat sembari berharap esok hari kami memiliki semangat seperti kalian dalam pertandingan kami sendiri dalam kehidupan. Kalian garuda muda bukan malaikat, kalian tidak bertugas untuk membagikan berkat dan membagikan kebahagian untuk seluruh rakyat bangsa ini dengan kemenangan emas.

Kalian mungkin dijanjikan bonus uang yang besar kalau kalian mendapatkan apa yang menjadi target pengurus-pengurus itu. Tapi ketika dilapangan apakah dalam setiap tendangan kalian sempat menghitung dengan angka. Kami yakin tidak. Kalian hanya bermain bola. Kalian tidak punya kepentingan lain selain menendang bola kearah gawang lawan, kalian tidak ingin menjadi pemain terbaik atau apapun itu, seperti diluar lapangan yang setiap tendangannya dihitung dengan angka yang dapat masuk direkeningnya. Kalian hanya bermain bola, hanya itu, tidak lebih. Itulah yang membuat kami mendukung dengan hati, karena kalian tidak pernah berjanji akan memberikan emas seperti para politisi dipanggung kampanye. Karena itu semua kami bangga, kami mendukungmu tim garuda.

Terimakasih garuda muda yang dalam beberapa hari terakhir sudah memberikan kami kebahagian dan semangat, semoga esok kami masih dapat melihat aksi kalian lagi. Hasil akhir hanya bonus dan pelajaran tidak ada kekalahan buat kami.

Advertisements