surat cinta


… teruntukmu kekasihku

apakah harus seperti itu tulisan pertamanya, menggantikan kekakuan surat-menyurat alat negara. Atau mungkin malah seharusnya surat-menyurat ala negara yang harus lebih lunak formatnya, biar ga tegang terus ni kita punya bangsa. Gini deh, elo elo pade bayangin aja, di negara kita ini sangat banyak sekali masalah, saya jamin semua yang diberikan tanggung jawab untuk mengurus satu bagiannya saja pasti stress berat. Penyakitknya kalau ga jantung ya minimal darah tinggi lah ya.

Saya bayangin kalau misal pola surat di ubah, KPK kirim surat ke mabes polri, ntr bunyinya akan seperti ini: Rekan sejatiku, saya mohon bantuannya untuk di intaikan si N, kami sangat percaya dengan kinerja rekan-rekan mabes tercinta, kami 100% percaya kalian tidak akan berpaling dari keadilan… karena cinta kita pada nusantara… nah gitu kan asik, ya ga kira-kira.

hehehe malah ngomongin kpk ma mabes polri lagi yak…

mereka udah balikan kan yak, malah saya ga tau, maklum lama ga nonton gosip tv one …

Ngomongin surat cinta, jujur gue belum pernah bikin, yang otomatis saya juga belum pernah menerimanya. Pernah sih, tapi itu dulu sebenarnya ucapan ulang tahun dari pacar saya yang ingin putus, sedih kan…

Tapi ni saya jujur juga, saya sebenarnya bisa dan pernah bikin surat cinta, untuk seseorang yang tercinta, yang selalu di puja dalam siang dan malam, dalam tidur atau pun terjaga, dalam nafasku mengalir namamu… hehehe biasanya gitu kan kalau surat cinta. Kalimatnya tersusu dari dikisi terpilih, dituliskan dengan penuh perasaan.

yang membuat saya ragu, jangankan surat cinta, saya sms dg diksi yang bagusan dikit aja udah dibilang gombal, lalu ditanya itu jujurkan? gimana ga mentok coba…

wanita jaman sekarang memang susah dimengerti, mereka terlalu tersugesti dengan lagu wanita dijajah pria sejak dulu kala, sejak dulu kala wanita dijajah pria, dijajah pria wanita sejak dulu… mereka ya, kalau saya pikir, tanpa harus pernah mendengarkan versi aslinya tu lagu dalam rekaman otaknya udah ada tu lirik, turun temurun … apa gak ngeri.

kalian kaum pria jangan mau tertipu kedok emansipasi yang wanita pakai ya. NI saya cerita sejarahnya dulu yak.

emansispasi itu lahir di eropa, pra renaisains kl ga salah, ya bener ya. sengaja dibikin bingung biar kelihatan pinter. Emansipasi lahir di eropa karen memang wanita terkebiri hak-hak publiknya, bahkan untuk sekedar arisan aja mereka ga boleh. Nah dari situ mereka membuat sebuah gerakan… yang kemudian disebut emansipasi, perjuangan memperoleh hak-hak perempuan. Saya ga tahu apa sih sebenarnya hak-hak perempuan itu, jujur saya pikir mereka juga sadar bahwa ada perbedaan hak permpuan dengan laki-laki. Yang pasti saya ga berpikir mereka menuntut persamaan dlm segala bidang kehidupan.

wuissss semoga ada kritikan dari ahli feminis disini….

tapi saya juga setuju kl perempuan memperoleh hak menuduki jabatan publik, tapi tidak lantas semuanya mau diduduki yah. Bayangin aja deh kalau misalnya semua pemimpin penting dunia ini adalah wanita, yang ada malah arisan kali ya. Mereka bertemu dalam sebuah sidang pbb misalanya mau bahas perdamaian timur tengah. Dipintu sidang mereka udah sibuk ngobrolin, eh jeng gaunnya bagus banget… itu mutiara dari mana…. limited edition ga? eh jeng batiknya dari mana, pekalongan atau selangor… wah wah wah…

riweh kang, sumpah ga kebayang…

kembali ke persoalan surat cinta… hehe ga ada ujungnya yah

intinya adalah saling menghargai dan memahami aja deh…. dan jangan terlalu sensitif dalam berekspresi…

o iya, berhubungan dg ekspresi… ingat iklan star miled jaman dulu yah, jujur gue sempat beli tu rokok gara-gara tu iklan, “MANA EKSPRESINYA” hahahaha malinda dee yah ternyata, kok bisa gitu lho… ga habis pikir, atau mungkin malinda dee juga aktifis emansipasi juga kali yah, hehehe selama ini kan yang korupsi laki-laki, perempuan ga mau kalah dong tentunya, hahaha… tapi saya salut juga sama malinda dee, udah dihujat sana sini, termasuk mantan suaminya, di tidak lupa untuk senyum dan tidak pura-pura sakit. Kita harus hargai itu, saya pikir dia berhak untuk mendapat julukan wanita berkasus paling berlapang dada dalam menerima nasibnya… kalau ga percaya lihat aja dadanya … hahahaha

hehehe sebenranya saya gak mau ngomongin korupsi, karena itu bukan bidang saya, saya anak ilmu politik tapi bukan aktifis, jadi masih suka yah kalau aman duit… “ingat kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya tapi karena ada kesempatan” gitu kata bang napi. Jadi kalau nunu nurbaiti korupsi itu salah kita bersama… hahaha enak banget yah, mau deh jadi koruptor.

tapi bener lingkungan membentuk sikap, termasuk televisi dan sosmed yang kini menjadi konsumsi primer manusia sangat berpengaruh pada diri kita, tidak peduli lo siapa… saya pernah menyaksikan sebuah berita di salah satu tv swasta, yang jadi topik adalah bu nunun nurbaiti, tahu kan siapa suaminya? adang dorojatun. siapapun yang nggak kenal pak adang dorojatun saya sarankan bikin sim dan tanya ma polisi disana.

dalam suatu adegan, beuhhh adegan….

pak adang ditanya sama wartawan, kurang lebih pertanyaannya begini:

W: … jadi pak adang tahun dimana ibu ( nunun, red,) berada sekarnga?

A: …………………. hanya diam, seraya menunjuk dadanya

SAYA YAKIN PAK ADA NEMBAK BU NUNUN DG SURAT CINTA DEH…. KALAU GA PERCAYA LIHAT DADANYA… WKWKWKWKW

SEKIAN

Advertisements