BM impor vs lokal


Bawang merah bukan merupakan bahan pokok. Sementara itu menurut perjanjian WTO barang yang bukan merupakan bahan pokok bebas di impor. Oleh karena itu pemerintah tidak dapat melakukan proteksi. Sejauh ini menteri perdagangan juga belum mendapat permintaan khusus dari menteri pertaninan untuk mengontrol impor bawang merah. (tribun)

Beberapa waktu terakhir ini, sekitar 200an petani di brebes melakukan demo karena rendahnya harga bawang merah. Hal ini dikarenakan adanya bawang impor yang ternyata lebih dapat dijual lebih murah yaitu Rp 2.000 per kg. Sementara harga bawang merah lokal mencapai Rp 3.500-4.000 per kg. Disisi lain, pemerintah berusah mati-matian meningkatkan kesejahteraan petani dengan berbagai rancangan programnya. Ini kita bisa pertanyakan kembali seberapa serius usaha pemerintah tersebut?.

Walaupun bawang merah bukan kebutuhan pokok, namun hampir semua kebutuhan pokok membutuhkan bawang merah. Jadi sangat wajar jika permintaan tiap tahunnya selalu tinggi. Petani selama ini selalu merasa yaki untuk memenuhi kebutuhan lokal, namun keyakinan petani tersebut tidak sejalan dengan pemerintah (karena mereka bukan petani, jadi wajarlah). Pemerintah Indonesia selama ini menyetujui untuk mengimpor bawang merah dari impor bawang merah dari beberapa negara seperti dari China, Filipina, dan Thailand.

Kebutuhan bawang nasional mencapai 160,8 ribu ton, dan produksi bawang nasional mencapai 800 ribu ton per tahun. Kebutuhan ini dihitung dari konsumsi bawang merah tiap orang sebanyak 0,67 kilogram setiap tahun. Dengan jumlah penduduk Indonesia 240 juta jiwa, seharusnya produksi bawang sudah surplus. KENAPA MASIH HARUS IMPOR?

Tahun lalu produksi bawang merah nasional sebanyak 800 ribu ton dan diperkirakan stabil tahun ini. Daerah produsen bawang tersebar dari Jawa Timur hingga Jawa Barat. Lahan riil terdapat di Kabupaten Sampang, Sumenep, Probolinggo, Magetan, Nganjuk, Demak, Grobogan, Kendal, Pemalang, Tegal, Brebes, Cirebon, Majalengka, dan Kuningan.

BAGAIMANA NASIB PETANI?

1. SEMAKIN MISKIN

karena: walaupun untuk bahan pokok pemerintah masih dapat memproteksi, tapi dalam kenyataanya untuk beras saja kita masih impor. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari perjanjian yang sudah di buat antar pemerintah dalam wadah yang bernama WTO

2. SEMAKIN MISKIN LAGI

karena: Pemerintah sampai sejauh ini belum menunjukan memiliki itikad baik untuk mencapai swasembada pangan. Pemerintah lebih sibuk dengan menutupi borok mereka masing-masing.

3. HARGA BAWANG MERAH

AKAN TETAP RENDAH, karena: Pemerintah tidak memiliki kekuatan untuk melindungi petaninya. Untuk urusan perdagangan hukum atau aturan pertama yang mereka patuhi adalah WTO.

Adakah sedikit harapan?

Jika impor bawang merah tidak dilakuakn dalam masa-masa panen raya.

Siapa yang dapat melakukannya?

Pemerintah: yaitu dengan mengontrol, atau lebih tepatnya mengatur waktu impor bawang merah atau hasil pertanian lainnya.

Advertisements