Hanya kebetulan


Banyak hal yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Entah itu karena minimnya perbendaharaan kita tentang kata, atau mungkin karena memang itu susah utk diungkapkan. Semua ada pilihannya, semua ada solusinya. Spontanitas kadang memberikan solusi yang cerdas. Pikirannya mengarahkan langkah ke sbuah toko bunga. Jenis toko yang baru dikunjunginya 2 kali dalam umur hidupnya. Pertama untuk tanya model bunga, dan yang kedua untuk membeli bunga. Dalam jam yang sama.
8 tangkai mawar putih kini sudah ditangannya, dimaskukan kedalam kertas kresek 50 perakan, berwarna belang-belang. Oke ini akan diberikan kepada seseorang, tapi untuk apa? Lalu kalau dia nanya artinya, mau dijawab apa. Spontanitas jawaban yang ia harapkan tidak muncul dengan memuaskan. Tidak mungkin dijawab, ini untuk pakan ayam saja. Bodoh. Benar-benar bodoh.
Sebagai orang yang baru dalam dunia perbungaan, ia tidak pernah mikir untuk milih, mana bunga yang baik atau buruk. Bahkan dia tidak pernah memilih untuk berhenti didepan toko yang mana. Biar rem berhenti secara otomatis, pikirinya. Agak gila. Dia pikir ini sama halnya dengan orang yang akan dia temui. Dia tidak pernah memilih untuk bertemu atau tidak dengan orang itu. Sebuah kebetulan yang kemudian bermutasi menjadi sebuah harapan akan kebiasaan. Sekenario selanjutnya adalah yang menyebabkan dia terjebak dalam toko bunga yang asing, warna-warna menggodanya dengan sederet arti filosofis yang dipahaminya melalui karya-karya hasil googlingan. Sebatas itu.
Yang ia tahu memiliki arti hanya warna biru, dan karena itu merupakan warna kostum tim yang disukainya. Biru baginya begitu berwibawa, begitu berarti. Sehingga tidak ada merah yang membahagiakan, karena itu artinya dia kalah. Hidup memang kadang sesimple itu, mudah dan tak terduga. Mengalir dengan skenario tak tertebak. Sebuah warna mewakili kebanggaan, kebahagiaan, dan terkadang kesedihan. Ia memilih putih dan berjumlah delapan, disatukan dalam ikatan. Sebuah buketan.
Putih itu begitu bersih, ia merupakan elemen dasar semua yang ada didunia yang jumlahnya tak terbatas untuk kemudian menunggu lingkungan mengubahnya menjadi warna lainnya. Namun jika dia biarkan, setelah lingkungan bosan, ia akan kembali menjadi warna aslinya. 8…? Itu angka paling ajaib yang ia ketahui, tak terputus dan terbatas. Namun ia sadar, kata kadang mengaburkan makna. Biarkan bunga, ikatan, dan warnanya yang bicara dengan bahasanya sendiri. Tidak perlu dimengerti, atau dianggap sebuah misteri. Semua hanya kebetulan, dan hanya kebetulan kalau kita memiliki pengertian yang sama. Dia melangkah. Hanya kebetulan kecil.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements