Nobel perdamaian untuk Obama, pantaskah?


Pada tahun 2009, Presiden USA Barack Obama, menerima hadiah yang cukup bergengsi bagi siapapun. Yaitu hadiah nobel perdamaian. Entah apa yang menyebabkan dia terpilih untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Kita semua mungkin masih sangat ingat dengan apa yang disampaikannya dalam pidato pertamanya sebagai presiden Amerika. Dia mengangkat sebuah isu yang waktu benar-benar sedang menjadi perbincangan semua kalangan, yaitu terorisme. Obama mengatakan bahwa amerika – atau dia – mengutuk dengan keras aksi terorisme dan akan memeranginya. Dia juga menegasakan bahwa Islam bukanlah musuh, dan bukanlah teroris, melainkan agama yang damai, sama seperti agama lainnya. Dengan pidatonya tersbut, banyak kalangan waktu itu merasa optimis untuk terciptanya perdamaian, khusunya di timur tengah. Namun , kenyataan menunjukan hal sebaliknya. Pada masa pemerintahannya banyak sekali pertempuran yang melibatkan amerika disalah satu pihak.

                Sebagai salah satu negara adi kuasa, Amerika memang memiliki peranan yang sangat siginifikan dalam hal apapun yang terjadi di seluruh dunia termasuk peperangan dan perdamaian. Pada masa pemerintahannya, Obama tidak mampu berbuat apa-apa untuk mencegah militer Israel menggempur pemukiman warga Palestina yang menyebabkan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Tidak cukup disitu saja, Obama juga dinilai tidak memiliki sikap yang mendukung perdamaian. Hal ini ditunjukan dengan ketidak mauannya memberikan sangsi terhadap Israel dan juga menolak Palestina untuk menjadi anggota tetap PBB.

                Sudah bukan rahasia lagi kalau Amerika memiliki pangkalan militer dimana-mana, dan salah satu yang menjadi senjata andalan mereka sekarang adalah peswat tak berawak. Amerika meimiliki tidak kurang dari 60 pangkalan militer diseluruh dunia yang dapat mengoperasikan pesawat-peswat tersebut. Sampai saat ini, tercatat sudah ada 120 serangan ilegal dengan menggunakan pesawat tak berawak dengan korban yang juga banyak. Untuk korban di pakistan saja tercatat kurang lebih 1700 korban jiwa akibat peswat tak berawak ini. Seperti main playstation, pesawat-pesawat tersebut dikendalikan oleh ahli yang direkrut yang latih untuk melemparkan bom ke daerah-daerah yang mereka anggap musuh. Disisi lain mereka sangat rajin mengkampanyekan HAM ke seluruh dunia.

                Amerika juga sangat aktif untuk menyerang negara-negara yang diduga memiliki senjata nuklir. Irak adalah salah satu negara korbannya. Irak diserang karena mereka mendugua bahwa negara tersebut memiliki senjata pemusnah massal yang sampai saat ini tidak terbukti kebenarannya. Dengan segala kecanggihan yang mereka miliki rasanya meraka sangat tidak mungkin untuk tidak mampu mendeteksi keberadaan senjata tersebut. Namun yang tersisa kini adalah perah antar saudara di Irak, sementara perusahaan – perusahaan minyak mereka dengan leluasa masuk kesana tanpa ada yang mengganggu. Yang paling baru adalah kasus Iran – Obama dan Amerika menduga bahwa instalasi Nuklir yang Iran kembangkan juga untuk membuat senjata Nuklir. Namun lagi – lagi hal tersebut tidak terbukti. Bahkan pengawas pengemabangan nuklir sendiri tidak menemukan indikasi tersebut. Namun Amerika tetap curiga dan mengirimkan mata – mata pesawat tak berawaknya yang kemudian ditembak jatuh oleh tentara Iran. Tentang senjata nuklir sendiri, Amerika kini meiliki tidak kurang dari 5300 hulu ledak nuklir. Sungguh ironi memang, negara dengan pangkalan militer terbesar yang tersebar diseluruh dunia masih takut dengan negara sekecil Iran.

                Dengan apa yang sudah dilakukanya dan dilakukan oleh negaranya selama ia menjadi orang nomer satu di negara tersebut, pantaskah obama menerima nobel perdamaian? Saya pikir Alfred Noble akan menjadi orang yang paling sedih jika mengetahui hal tersebut.

Advertisements