Palestine peace not apartheid


carter2Judulc   : Palestine peace not apartheid (palestina perdamaian bukan perpecahan)

Penulis  : Jimmy Carter

Bahasa : Indonesia

Jumlah hal : 344

Penerbit : Dian Rakyat

Konflik Palestina – Israel merupakan sejarah panjang yang tidak dapat di lihat hanya sebagian – sebagian saja. Kita harus membaca secara keseluruhan. Mulai dari awal mula yang menyebabkan konflik ini terjadi sampai usaha – usaha yang kini terus diupayakan untuk menciptakan perdamaian. Dalam buku ini, Jimmy Carter memulainya dengan menguraikan sejarah sejak 1900SM dahulu, ketika Ibrahim melakukan perjalanan dari Ur ke Kanaan dan kemudian juga ada ketika Musa memimpin bangsa Israel ke Mesir sampai ke Raja David yang menyatukan 12 suku Israel dan kemudian anaknya Sulaiman membangun Kuil di Yerusalem.

Jimmy Carter sebagai penulis dan sekaligus sebagai presiden Amerika pada waktu itu berusaha menjadi orang yang optimis perdamaian kedua negara ini dapat terwujud dengan syarat dan kondisi tertentu. Dalam hal ini kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh pihak luar, dimana secara geografis kedua negara ini berada di Timur tengah dan juga Afrika. Dijelaskan dalam bagian sejarahnya bahwa Mesir sebelumnya pernah berperang dengan Israel yang dimenangkan oleh Israel dan akhirnya dataran tinggi sinai dan jalur gaza pun di kuasai oleh negara tersebut. Setidaknya ada tiga hal yang mendasari asumsi perdamaian dapat diwujudkan, yaitu adanya pengakuan hak dari masing-masing pihak untuk eksis dan hidup damai, pembunuhan dengan menggunakan senjata seperti bom dan misile tidak dapat dibenarkan dan orang-orang Palestina berhak untuk hidup damai dan bermartabat di tanah air mereka sendiri yang ditetapkan oleh hukum internasional, kecuali diubah dengan niat baik, melalui perundingan dengan Israel.

Secara keseluruhan buku ini menjelaskan juga pertemuan – pertemuan yang dilakukan oleh Jimmy Carter dengan kedua belah pihak dalam upayanya melakukan perundingan perdamaian. Selain itu disini juga dijelaskan bagaimana pandangan mantan presiden Amerika ini terhadap tokoh – tokoh penting dari kedua pihak juga. Diketahu memang Jimmy carter sudah menjalin hubungan baik dengan beberapa tokoh dari Isarel bahkan sebelum di menjadi presiden. Pada masa kepresidenannya, yaitu tahun 1977 – 1981 karakter timur tengah sudah mengalami perubahan besar akbitan perang tahun 1973. Bangsa Arab sudah menjadikan minyak sebagai kekuatan senjata mereka dengan embargo. Yitzhak Rabin menggantikan Golda Meir yang mengundurkan diri pada Juni tahun 1994 sebagai perdana menteri. Kemudian pada bulan oktober para pemimpin arab secara aklamasi mendirikan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai satu satunya wakil sah bangsa palestina dengan Yasir Arafat sebagai pemimpinnya. Pada masa inilah perjanjian Camp David terbuat sebagai hasil negosiasi paling sukses dalam rangka perundingan perdamaian Palstina – Israel.

Dalam buku ini juga dijelaskan bagimana upaya – upaya perdamaian yang dilakukan pada masa – masa presiden Amerika lainnya. Semua dijelaskan dengan cara bercerita yang mengalir sehingga cukup enak untuk dibaca. Apa yang diceritakan presiden Jimmy ini dapat dikatakan sebagai sebuah penilain yang berani tentang apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan perdamaian yang abadi bagi Israel, dan berdasarkan martabat serta keadilan bagi Palestina. Buku ini menawarkan sebuah tinjauan sejarah yang luas dalam bentuk riwayat hidup pribadi. Buku ini dapat dikatakan sebagai sumber bagi bagi ahli sejarah dan penulisnya sendiri adalah seorang sejarahwan tentang perselisihan Israel – Palestina. Buku ini merupakan bacaan yang bermanfaat dalam kedua hal tersebut. [eppo]

Advertisements