The Raid – Cerita satu pargraf sejuta aksi


The Raid adalah sebuah film Indonesia yang disutradarai oleh Gareth Evans, pria asal inggris. Film ini sejak awal kemunculannya sudah banyak diserbu oleh penonton karena beberapa penghargaan yang dapat diraihnya. Selain tayang di Indonesia, film ‘The Raid’ juga diputar di 14 bioskop di Amerika Serikat. Film tersebut didistribusikan di luar negeri oleh Sony Pictures Classic. Semenjak diputar di Negeri Paman Sam, ‘The Raid’ sukses mengantongi pendapatan sekitar Rp2 miliar.

‘The Raid’ menceritakan perjalanan 20 anggota pasukan khusus dalam menjalankan misi menangkap satu gembong narkotika kejam di sebuah gedung 30 lantai yang tak tersentuh aparat. Misi penuh bahaya ini juga dibintangi oleh Ray Sahetapy, Donny Alamsyah, Yayan Ruhiyan, Joe Taslim dan Pierre Gruno.

Jangan mengharapkan ada alur cerita yang dapat kalian ikuti ketika menonton film ini. Ceritanya mungkin kalau dituliskan hanya ada satu pargraf seperti diatas. Sejak awal film ini sudah memberikan tontonan aksi – aksi baku tembak dan beladiri yang sangat memukau. Untuk pecinta film laga ini sangat recommended, aksi beladirinya sangat bagus dengan tata koreo yang dapat dikatakan tidak kalah sama film bergenre sama dari hollywood.

Berikut adalah beberapa komentar tentang film ini:

Dari situs Hollywood.com, Matt Patches mengulas film yang dibintangi Iko Uwais ini dan memberikan pujian terhadap The Raid, khususnya pada aksi bela diri yang ditonjolkan pada film tersebut.

“Adrenalin akan terus naik dan tidak akan berhenti sampai menit terakhir The Raid,” katanya.

Kritikus lainnya, Gary Goldstein, ikut mengulas The Raid dalam Los Angeles Times dengan tajuk ‘The Raid: Redemption’ is an action bonanza. Goldstain mengungkapkan bahwa Gareth Evans berhasil menyuguhkan visualisasi pertarungan yang memukau dan mampu membuat penonton tak mengalihkan perhatian selama film berlangsung.

Sementara itu Lou Lumenick mengungkapkan lewat New York Post bahwa film The Raid yang memacu adrenalin dan penuh adegan brutal ini tidak disarankan bagi mereka yang memiliki jantung lemah atau perut yang bermasalah, karena banyak adegan yang mungkin membuat sebagian orang akan muntah melihatnya.

“The Raid: Redemption memiliki beberapa plot twist yang rapih dan sedikit banyak karakterisasi dari yang Anda harapkan dari jenis film semacam ini,” katanya. “Film ini tidak diperuntukkan bagi mereka yang lemah jantung dan ‘lemah perut’, khususnya ketika sebuah lampu neon digunakan untuk senjata, katanya.”

Perhatian!!!

Ga usah ajak cewe kalian kalau nonton film ini, percuma saja karena mereka hanya akan bisa tutup mata sepanjang film 🙂

Advertisements