Facetwit


FACETWIT

Semuanya sekarang bisa diawali dari itu semua. Ya katakanlah berawal dari dunia maya dan kemudian menjadi realitas dunia nyata. Bloging, facebook atau twitter kini menjadi dunia ke dua yang sebenarnya tidak pernah ada dalam terminologi yang hanya mengenal dunia pertama dan dunia ketiga. Dimana dunia pertama adalah dunia yang berisikan negara – negara maju, dan dunia ke tiga adalah negara – negara berkembang yang cenderung miskin, atau lebih tepatnya terjaga kemiskinannya, atau negara – negara yang konsisten miskin. Apapun deh.

Lalu, muncullah dunia kedua, yang tidak dibangun dalam realitas semu yang dikembangan dunia pertama dan ketiga. Dunia ke 2 hadir sesuai dengan kebutuhan dan melihat kebosanan dalam ketidak teraturan dunia yang ada. Dunia ketiga adalah dunia yang sangat kecil dan terbatas tapi menjanjikan kebebasan dan hukumnya diatur sesuai dengan norma masing. Tidak perlu perjanjian untuk menghasilkan sebuah kesepakatan, disini yang benar akan mendapatkan respon yang benar dan yang salah akan dihukum dengan sangat kejam. Unfollow, block atau lebih yang lebih halus di hide. Sama – sama menyakitkannya.

Kenapa itu bisa terjadi? Karena kita bisa saja tidak dibutuhkan lagi, atau akalam dunia twitter, twit anda tidak menarik dan tidak butuhkan. Dalam facebook anda juga sama, anda tidak cukup menarik dan seksi. Mungkin gitu.

Saya sendiri sering follow dan mengunfollow dan beberapa ada juga yang terpaksa saya hide. Pertimbangnnya: ketika saya follow saya sedang butuh, dan ketika saya kemudian meng unfollownya berarti saya sudah tidak butuh lagi. Lalu ketika saya meng hide sehingga twitnya tidak saya baca, berarti saya sedang tidak tega meng unfollow dan saya memberikan kesempatan ketika suatu saat saya butuh lagi. hehehe masih kejam sih.

Itulah realitas dunia kedua, kebebasan berbicara sangat terjamin. Namun itu semua tidak lantas bebas tanpa batas. Sudah bukan rahasia lagi kalau di mesir dan tunisia revolusinya di awali oleh penyebaran ide melalaui twitter dan facebok dan juga blog. Selain itu, obama juga menang pemilu di amerika karena strategi kampanyenya melalui facebook yang berhasil menggaet hati pemilih muda. Jadi, jelas sekali peran dunia maya sedikit menentukan dunia nyata. Bahkan dalam kasus yang disebutkan diatas dapat dikatakan itulah hasil dunia maya yang diberikan kepada dunia nyata.

Facebook, Twitter dan Bloging memiliki fungsinya masing-masing dan dapat birsinergi satu sama lain. Seperti revolusi yang terjadi di beberapa negara di timur tengah dan afrika, penyebaran ide melalui facebook dan twitter, sedangkan penguatannya melalui ribuan posting blog yang memuat beragam pemikiran.

Dunia maya menjembatani realitas duni nyata. Tidak terkecuali dalam hal percintaan pastinya. Seseorang di facebook dapat menempatkan orang-orang fotogenic. Mereka bisa memasang foto yang cakep atau cantik, menghadap keatas dengan mulut manyun dan telnjuk ditengahnya. Lalu mereka bisa chat chet sana sini, add as friends siapa saja yang menurut mereka pantas. Lalu dengan twitter orang juga dapat kelihatan lebih twittergenic. Saran saya, jika mau mengambil hubungan yang serius, maka perpaduan antara twitter dan facebook harus dijadikan acuannya.

Di facebook mungkin kecenderungannya yang dilihat adalah fisik, namun di twitter yang dilihat adalah isinya atau pemikirannya atau pengetahuannya. Maka perpaduan keduanya adalah facetwitigenic. Fisik ok pemikiran juga ok. Jika hanya mengandalkan salah satu saja maka peluang dapat yang cakep bloon atau pinter ancur lebih tinggi. Ga mau kan ya… hehehe eh tapi cakep atau cantik tu relatif lhooo. jadi jangan merasa jelek juga.

sqwertiopadfhjklc

Advertisements