Review the Avengers


avengers-add

Saya bahkan tidak tahu harus mulai darimana, harus mengomentari hal apanya dari film yang satu ini. Ketika menontonnya saya seperti dalam mimpi. Setelah selesai saya seperti terbangun dari mimpi tersebut dan mengingat semuanya. Film ini didukung oleh pemain – pemain yang luar biasa yang dapat menguatakan karakternya. The Avengers membuktikan genre superhero tidak perlu didekonstruksi. Salah satu aspek besar yang membuat film ini menarik adalah kita dapat melihat karakter-karakter yang dimainkan oleh aktor dan aktris disini berinteraksi. Ada bentrokan ego dan bertarung satu sama lain, berinteraksi dalam pakaian keseharian orang biasa. Tapi ketika waktunya tiba mereka bersatu untuk satu tujuan yang mereka pahami bersama. The Avengers are all people that don’t belong together and this makes them much more interesting to watch.

Scarlett Johansson yang memerankan Black Widow juga terlihat sangat cerdas. Koreo perkelahiannya juga bagus. Selain itu dia juga sangar pandai menggali informasi dengan cara yang benar – benar berbeda dari intrograsi yang biasa kita lihat. Dan satu hal lagi tentang makhluk hijau besar yang sangat sayang untuk dilewatkan di film ini. Ya.. saya yakin semua juga setuju kalau hulk menjadi pahlawan dalam film ini. Dapat menampilkan seorang ilmuwan genius yang juga manusia, masih punya emosi namun dapat dikendalikan. Sungguh merupakan hulk yang kita inginkan dalam setiap filmnya. Adegan ketika dia berbicara dengan loki juga dapat dipastikan membuat semua orang tertawa. Hulk selain kuat dan terkendali disini juga lucu, membuat film ini begitu fresh. Semoga ini dapat dilanjutkan dalam filmnya sendiri.

Iron Man, The Incredible Hulk, Thor, Captain America, Hawkeye and Black Widow answer the call to action when Nick Fury, director of the international peacekeeping agency known as S.H.I.E.L.D., initiates a daring, globe-spanning recruitment effort to assemble The Avengers team to defeat an unexpected enemy threatening global safety and security. Despite pulling together the ultimate dream team, Nick Fury and longtime confidant Agent Coulson must find a way to convince the Super Heroes to work with, not against each other, when the powerful and dangerous Loki gains access to the Cosmic Cube and its unlimited power.

ave

Catatatan:

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, mungkin ini yang coba diadaptasi oleh Weldon dalam film ini. Entah ia dapat dari mana istilah ini, mungkin karena biaya pembuatan film ini yang sangat besar, jadi wajar saja ia melakukan riset sampai kesini dan menapatkan ide dari pepatah lama Indonesia yang kini mulai dilupakan oleh bangsa pemiliknya sendiri. Namun sebagai orang yang peduli, ia menggunakan pepatah tersebut sebagai ide pokok yang ingin disampaikan pada penontonnya.

Satu hal lagi, Amerika memang sangat tidak aman. Sebagai negara adidaya dan memegang ha veto Amerika dengan segala kemajuan yang dimilikinya menjadi incaran bukan hanya negara lain, tapi juga negara dari dimensi lain. Amerika dalam ancaman, dan untungnya mereka sudah mengantisipasinya dengan membentuk SHIELD yang akhirnya merekrut orang-orang dengan kemampuan super dan tadinya terkucilkan untuk menyelamatkan dunia dan jadilah mereka pahlawan yang sekali lagi menyelamatkan bumi.

Seperti halnya manusia, para superhero juga manusia biasa yang memiliki hawa nafsu dan sikap egois. Mereka hampir saja menjadi pecundang ketika politik divide et impera yang dulu pernah digunakan Belanda untuk menaklukan nusantara dengan cara mengadu domba para pahlawanya. Loki sebagai dewa kehancuran juga menggunakan politik yang sama untuk memecah belah para superhero ini, dengan cara mengadu domba mereka memanfaatkan ego nya masing – masing.

Jika politik adu domba adalah sebah tesis, maka teori command enemy menjadi anti tesisnya. Teori tersebut diadopsi sempurna dalam film ini. Ketika ada adegan seorang agen yang melawan Loki sendirian dan kemudian gugur sebagai pahlawan. Kebetulan sekali agen biasa tersebut suka mengkoleksi kartu-kartu maenan dan tandatangan para superhero. Kematiannya menjadi alat yang tepat untuk sebuah persatuan. Seorang direktur cerdas kemudian mengambil kartu-kartu dari saku  jaktenya (padahal dari laci meja kerjanya) tresebut dan melemparnya kedepan para superhero yang baru saja merasa gagal setelah mereka sadar sudah diadu dombakan dan tinggal menunggu kehancuran.

overall film ini recommended buat ditonton, seru, fresh dan menghibur.

Advertisements