Perjalanan Kopi


harga-kopi

Siapa yang tidak tahu dan tidak pernah merasakan kopi. Hmmm kalau sampai ada orang yang belum merasakannya, saya do’akan semoga segera dapat mencicipi aroma dan rasa emas hitam tersebut. Kopi entah siapa yang pertama kali menemukannya, sampai saat ini masih dikalangan ahli sejarah juga masih jadi perdebatan. Dahulu kala, orang eropa mengatakan kopi berasal dari Yaman, namun hal tersebut terbantah dengan ditemukannya bukti botanis yang menunjukan bahwa kopi arabica (salah satu jenis kopi paling terkenal sedunia) berasal dari dataran tinggi Ethiopia. Yang pasti, kopi sudah melanglang buana keliling duni. Dari Ethiopia kopi melanglang ke Mocha. Lantas diboyong ke tanah Jawa dan dikapalkan ke negeri Belanda. Lalu kopi dibawa lewat jalan darat ke Paris, dan diangkut ke Kepulauan Karibia. Dari situ, kopi dikirim ke Brasil dan Meksiko. Tahun 1893 kopi melengkapi perjalanannya keliling dunia setelah melawat ke Tanzania.

Tidak dapat dipastikan bagaimana akhirnya biji kopi arabica bisa menyebrangi Laut Merah menuju Yaman. Mungkin biji kopi itu dibawa lewat hubungan dagang yang terjadi kurang lebih 800 tahun SM. Meski begitu, para sejarawan tidak terlalu yakin karena tidak ada bukti yang cukup kuat. Invasi orang Ethiopia ke semenanjung Arab bagian selatan pada tahun 525 diduga kuat adalah pembawa biji kopi itu.

Pendudukan Ethiopia di Yaman yang bertahan selama 50 tahun memberi cukup waktu menularnya kebiasaan minum kopi di semenanjung Arab. Biji buah berwarna merah itu segera menjadi bagian dari gaya hidup orang Yaman, termasuk budidaya tanamannya pada abad ke-6. Penikmat kopi pertama di semenanjung Arab semula sangat terbatas. Ketika itu sebelum dijadikan minuman sedap, kopi adalah obat. Setelah itu baru dinikmati sebagai minuman para sufi yang membutuhkannya, supaya tidak mengantuk saat bermeditasi dan beribadah. Kemudian penikmatnya melebar ke jalan-jalan sampai akhirnya berdirilah warung-warung kopi, tempat menikmati kopi di Kairo dan Makkah.

Dari Semenanjung Arab, kopi dibawa ke India oleh Baba Budan, peziarah Muslim dari India. Walaupun pada zaman itu orang bisa dihukum mati bila membawa biji kopi yang tidak direbus atau disangrai keluar dari semenanjung Arab. Sekitar tahun 1650 Budan nekat membawa biji kopi dan menanamnya di dekat rumahnya di Chickmaglur, India Selatan. William Ukers dalam ensiklopedinya berjudul All About Coffee yang ditulis pada tahun 1928 mencatat, keturunan biji kopi pertama itu masih berkembang biak dengan subur di hutan Chickmaglur pada masa itu. Sayangnya, sekarang keturunan pohon kopi tidak tumbuh lagi di hutan itu.

Sementara itu, keturunan dari pohon kesayangan Raja Louis yang ditanam di laboratorium khususnya mencapai Martinique, Kepulauan Karibia di Amerika Sekitar tahun 1720 berkat jasa Chevalier Gabriel Mathieu de Clieu yang mengikuti jejak Baba Budan dari India. Awalnya dia kesulitan untuk memperoleh pohon kopi rumah kaca itu dari pemerintah setempat, tetapi ia tidak kekurangan akal. Pohon itu ia curi dan dibawa menyebrangi lautan.

Perjalanan laut ini menempuh segala risiko, termasuk harus menghadapi serangan bajak laut dan hampir tenggelam di telan badai. Ketika jatah air di kapal berkurang, de clieu rela membagi 2 jatahnya utk kelangsungan hidup pohon kopinya di dunia baru. Pengorbanannya tidak sia-sia. Akhirnya keturunan pohon kopi bangsawan Eropa itu tumbuh dengan baik di Martinique. Sekitar 50 tahun kemudian pohon itu berkembang menjadi 18.680 pohon dan mulai menyebar ke Haiti, Meksiko, dan Kepulauan Karibia.

Keturunan pohon kopi itu juga menyebar ke kepulauan di Samudra India bernama Bourbon. Uniknya, di kepulauan ini terjadi mutasi pada tanaman kopi itu dan menghasilkan varietas baru, bourbon. Ini adalah varian Coffea arabica berpola berbeda dengan biji lebih kecil. Kopi Santos dari Brasil yang terkenal dan kopi oaxaca dari Meksiko adalah keturunan dari varietas bourbon. Pohon-pohon bourbon menjadi kopi terbaik Amerika Latin. Dari Brasil, biji kopi lalu diperkenalkan di Kenya, sekarang disebut Tanzania yang hanya berjarak beberapa ratus kilometer di sebelah selatan daerah asal kopi, Ethiopia.

hmmmmm apapun ceritanya, kalau kopi minumannya jadi asyik, hehe

Advertisements