Efek samping kopi


Lagi – lagi tentang kopi, orang tidak pernah bosan untuk membicarakannya dan begitulah sifat kopi yang dapat memberikan energi lebih kepada peminumnya. Yah minimalh bagi yang dapat mersakannya. Bahkan, kopi merupakan minuman yang menjadi tersangka utama yang melahirkan demokrasi. Adalah Voltaire, seorang filsuf dan politikus yang berperan penting dalam Revolusi Perancis yang dalam sehari menghabiskan 40 gelas kopi yang dicampur coklat. Kopi itu membuat otak Voltaire lebih encer dan lancar berpikir, sehingga bisa melancarkan ide demokrasi modern yang mengubah sejarah Perancis dan wajah dunia politik di seluruh dunia.

Sebelum mengenal kopi, para bangsawan Eropa menikmati sarapan mereka di kastil – kastil mereka yang megah, dengan hidangan berupa bir hangat, roti, dan makanan – makanan lain yang sifatnya menghambat kerja otak. Menu sarapan ini segera berganti menjadi lebih ringat setelah mereka mengenal kopi dan teh. Dengan menu yang ringan plus kopi, mereka justru lebih berenergi. Ini tentu berkat kandungan kafein-nya.

Mungkin agak berlebihan bila menyebut Eropa mendapat tambahan energi dan berubah wajahnya setelah mengenal kopi. Namun, simaklah revolusi ilmu pengetahuan, pencerahan, dan perubahan sosial politik yang terjadi di abad XVII dan XVIII. Revolusi Perancis dan Amerika Serikat terjadi berkat adanya kopi dan kedai kopi.

Apakah kopi atau kedai kopi yang menggerakkan otak para pemikir Perancis? Di kedai kopi para pemikir intelektual itu leluasa membaca, berdiskusi antar mereka sambil meneguk secangkir kopi. Sejarawan terkenal Perancis, Jules Michelet, dengan yakin mengatakan kopi-lah yang mengubah sejarah Perancis. “Kopi itu minuman yang tak memabukkan, stimulan mental yang kuat, meningkatkan kejernihan otak,” katanya.

Advertisements