Pahlawan sepakbolaku, indonesia


Pahlawan sepakbolakuBeberapa hari yang lalu, sepakbola indonesia kedatangan tamu spesial dari la liga spanyol. Kali ini giliran Valencia yang menyambangi indonesia, apapun tujuan mereka kesini yang pasti salah satunya ada kegiatan latih tanding dengan timnas indonesia. Lalu muncul pertanyaan timnas yang mana?

Seperti diketahui, timnas dibentuk oleh badan resmi yang mengurusi sepakbola setiap negara, nah kebetulan sekali di Indonesia ini diurusi oleh yang namanya disingkat PSSI. Sayangnya, PSSI indonsia kini sedang tidak cukup mampu untuk mengurusi timnas dengan baik dan benar. Karena adanya dualisme, entah sebabnya apa, yang pasti ada kepentingan yang diperjuangkan oleh masing-masing pihak disana. Mungkin tujuan mereka yang sama dan yang sering kita dengar adalah untuk memajukan “sepakbola indonesia”.

Kita mungkin masih ingat bebarapa tahun yang lalu, ketika ada dua liga dan baru ada satu PSSI. Waktu itu para pemain yang menghuni timnas adalah para pemain yang berlaga dibawah liga yang di restui pssi yang berlaku. Kini situasi lebih kompleks lagi, ada dua liga dan ada pssi. Hal inilah yang membuat kita bertanya ketika timnas mau main, pertanyaannya adalah “timnas yang mana?” pssi atau pssi 2 yang kemudian dinamakan kpsi.

Selama beberapakali pertandingan yang dilakukan tim yang dikatakan timnas indonesia baik laga persahabatan maupun kualifikasi dilakukan oleh para pemain yang berlaga di bawah pssi (LPI). Sampai akhirnya, ketika ligas yang dibawah KPSI dan PSSI sudah usai Timnas indonesia harus kembali berlaga dalam pertandingan persahabatan dengan Valencia dari spanyol ada beberapa pemain yang menyebrang dan bergabung dengan timnas. Para pemain tersebut adalah: Firman Utina, Bambang Pamungkas, Ponaryo, M.Ridwan, dan Bustomi hasilnya kini mereka semua terancam terkena sanksi baik dari klub maupun dari KPSI.

Namun, buat saya keberanian meraka dan keingin mereka untuk membela timnas patut di apresiasi. Apalagi ini menjelang piala AFF bergulir. Bukan malah justru dipandang sebaliknya, dianggap pembelot atau pembangkang. Bukankah sudah seharusnya kepentingan timnas menjadi nomer satu, jika memang ingin memajukan sepakbola Indonesia.

Saya tidak tahu apa motivasi sesungguhnya mereka bergabung dengan timnas kemarin. Namun jika mereka kena sangsi yang berat sangat dikahawatirkan besok tidak ada lagi pemain yang mau bergabung dengan timnas. Salah satu solusinya untuk membentuk timnas dengan materi pemain terbaik dari indonesia adalah adanya kesepakatan. Dengan kata lain kpsi dan pssi rukun. Namun hal tersebut sepertinya sangat susah untuk diwujudkan, entah kenapa, hanya mereka yang mengatas namakan untuk kemajuan sepakbola indonesia yang tahu. Namun jika itu tidak terjadi maka penggemar sepakbola seperti saya hanya dapat berharap masih akan ada pemain yang berani menerima sangsi seperti demi timnas, demi indonesia.

Advertisements