Kebiasaan naik motor yang nyebelin


Sebagai pengendara sepeda motor mungkin sebenarnya saya juga nyebelin buat pengendara lain. Tapi, saya juga sebel sama beberapa kebiasaan yang kadang mengancam keselamatan dirinya dan juga orang lain. Jadi impas aja deh ya… hehehe kebiasaannya sebagai berikut:

  1. Lupa mematikan lampun sen (jane tulisane pie sing bener) kekanan atau kekiri. Namanya juga lupa ya, jadi ga apa-apa. Tapi itu bener-bener membingungkan pengendara lain, saya pernah harus ngepot-ngepot dan ngepel aspal gara-gara orang lupa, jadi jelas ini dendam pribadi, hahaha… semoga tuhan mengampuni. Amin
  2. Lupa Nggak nge sen … alias belok dengan tiba-tiba, udah jelas sangat membahayakan
  3. Mbleyer alias nggeber-gebrin gas alias apa entah saya nggak tahu bahasa indonesia itu apa. Entah tujuannya apa orang yang gitu, mau pamer atau mau ngapain, tapi kalau motor 2 tak dan ngebul saya pikir gak layak pamer lah ya.
  4. Berhenti tidak pada tempatnya. Biasanya terjadi di Traffic light, harusnya buat orang belok dia malah berhenti dan menyebabkan kemacetan. Sungguh kebiasaan yang tidak patut untuk ditiru anak-anak. Mohon catat jika anda adalah tukang menjemput anak, jangan sampe seperti itu, karna anak-anak adalah titipan tuhan untuk menjadi khalifah du bumi ini (uooooppppooo neh iki)
  5. Orang yang setelah nyalip ga mau memberikan jalan buat orang lain, sumprit… ki karepe opo, jalane mbahmu po? (maaf saya emosi)
  6. Dua orang pengendera motor dan dia berjenis kelamin cowo, trus ngobrol lama dengan posisi sejajar dan menutupi jalan. Kalau cuma say hai dijalan mungkin masih bisa di maklumi, tapi kalau mau ngedate mending cari café aja kali, jangan dijalan.
  7. Orang yang sok jadi pembalap… ga ada keterangan buat ini mah

Mungkin sebenarnya masih banyak lagi kebiasaan kita yang lain yang tidak baik dijalanan. Kalau ada yang mengatakan perilaku masyarakat berkendara dijalan mencerminkan perilaku bangsanya, maka kita bisa menilai itu dari hal yang paling dekat dengan kita. Kalau dijalan kita merasa baik, aman tentram damai sejahtera gemah ripah lohjinawi, berarti bangsa kita juga begitu. Tapi kalau anda kejalan dan merasa terancam, berarti kurang lebih bangsa kita juga begitulah. Wallahu a’lam…

Advertisements