Politikus


Al-Ghazali adalah seorang ulama sekaligus politikus, kalau tidak salah pernah mengatakan bahwa ada tiga pekerjaan yang akan membuat kemakumuran. Pertama adalah petani, kedua adalah tukang, dan yang terakhir adalah politikus. Petani untuk menyediakan pangan, kemudian tukang untuk membangun tempat tinggal, dan politikus, untuk mengatur semuanya, oleh karena itu profesi ini mengharuskan dilakukan oleh orang-orang yang mengetahui segalanya dan juga lebih dari kedua profesi sebelumnya.

Ini dikatakan sekitar abad ke 7 M jadi jangan samakan dengan apa yang ada sekarang dimana dunia sudah berkembang dan begitu juga dengan profesi. Dulu nggak ada yang namanya kashier atau tukang parkir, hehehe

Tapi mari kita lihat esensinya dan apa yang membuat Ghazali berkata seperti itu dan apa yang terjadi sekarang ini dilingkungan kita.

Sepertinya, yang namanya politisi atau politikus menjadi profesi yang paling rendah dibandingkan dengan yang lainnya. Setuju? Saya pikir seperti itu karena memang perilaku para politisinya itu sendiri yang menyebabkan adanya kesan demikian.

Orang mau menjadi politikus bayar, dan setelah itu korupsi karena kejar setoran untuk mengembalikan modal. Hanya logika sederhana aja.

Lingkungan juga memeberikan andil dalam menciptakan watak yang politisi yang seperti itu. Lingkungan disini diartikan dalam arti seluas – luasanya, termasuk kita semua ini. Jadi kita sudah membuat para politisi yang demikian itu. Jadi kita ikut bersalah juga, karena sikap kita yang acuh terhadap mereka, tidak ada kontrol, kritik saran dan lain sebagainya. Atau mereka yang tidak mau dengar. Sudah dibutakan oleh harta.

Haduuuu saya jadi bingung ini…

Sebelum tambah ngaco, intinya saya cuma mau bilang, kita bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan kita masing. Mulai dari yang paling kecil. Kalau saya lingkungan terkecil ya kamar kos, dan kos – kosan, kebersihannya tanggung jawab saya dalam bentuk bayar uang kebersihan. Itu saja deh ya.

Advertisements