ASEAN Community: Apa untungnya buat kita?


stock-photo--d-rendering-of-a-forming-puzzle-with-the-word-community-48893395

ASEAN Community (AC) kini sudah bukan wacana lagi. Karena pada tahun 2015 konsep ini akan resmi diterapkan di negara-negara anggota ASEAN (Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei, Vietnam, Kamboja, Filipina dan Vietnam). AC adalah sebuah konsep menyatukan negara-negara anggota menjadi sebuah kawasan bebas hambatan. Selain itu, tujuan lainnya adalah sesuai dengan tujuan dari didirikannya ASEAN itu sendiri, yaitu untuk menciptakan kawasan yang aman, damai sejahtera dan leluasa bagai masayarakat negara anggotanya.

Namun, walaupun sudah melalui jalan nan terjal dan panjang, konsep ini tidak lepas dari kritik yang datang dari berbagai pihak. Kritik datang baik dari para pakar yang menyebutkan AC tidak lebih dari sebuah konsep tiruan dari Uni Eropa (UE). Kritik juga datang dari masayarakat biasa yang akan terlibat didalamnya, karena mereka merasa kurang jelas dengan konsep yang ada. Masyarakat juga banyak yang mengeluh, terutama dari kalangan industri menengah kebawah yang merasa dan menilai bahwa negaranya belum siap.

Sejatinya AC bukan hanya dalam bidang ekonomi. AC terdiri dari tiga pilar utama, yaitu: APSC (ASEAN Political and Security Community), AEC (ASEAN Economic Community), dan ASCC (ASEAN Socio-Cultural Community).

Ketiganya memiliki mekanisme masing-masing dalam mewujudkan tujuan ASEAN Commmunity. APSC memfasilitasi kerjasama dalam bidang politik, keamanan dan hukum. Seperti dengan membantu proses penguatan ARF serta menjamin implementasi Perjanjian Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ). AEC berusaha untuk membangun kawasan yang kompetitif dalam hal ekonomi, sekaligus untuk membendung pengaruh kuat ekonomi dari China dan India. Sementara ASCC berusaha mengembangkan isu-isu soisal seperti pemberdayaan manusia, kesejahteraan sosial, keadilan sosial, dan sebagainya yang termasuk di dalamnya adalah membangun identitas ASEAN.

Jika semua kegiatan dengan tujuan seperti disebut diatas terlaksana, maka masyarakat ASEAN akan mendapatkan keuntungan dalam segala bidang. Pertama, kawasan ASEAN dapat dipastikan menjadi lebih aman, karena adanya kekuatan yang lebih besar dalam menjaga keamanan, yaitu kekeuatan negara-negara ASEAN yang terintegrasi. Selanjutnya, jika AEC terlaksana maka asean akan menjadi sebuah pasar bersama. Lalulintas barang antar negara anggotanya menjadi semakin leluasa. Harapannya, ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat ASEAN secara keseluruhan. Terkahir terbentukanya sebuah identitas baru yang dapat dibanggakan oleh masyarakat ASEAN jika ASCC dapat terlaksana sesuai dengan konsepnya. Hal ini dapat mengatrol bargaining position negara yang terlibat didalamanya tanpa terkecuali.

Tetapi, dalam kenyataanya pelaksanaan ketiga pilar AC tersebut masih menemui banyak kendala. Salah satunya adalah kesenjangan kemampuan antar anggotanya. Seperti didalam kasus AEC, industri menengah – kecil di Indonesia diperkirakana akan mengalami kesulitan untuk bersaing dengan negara seperti Thailand atau Malaysia. Sementara itu, ASCC sampai saat ini masih belum jelas konsepnya akan seperti apa. Karena perbedaan yang mencolok antar negara anggotanya, kecuali negara yang serumpun seperti Malaysia dengan Indonesia. Walaupun demikian, didalam bidang pertahanan dan keamanan mungkin tidak terlalu memliki hambatan yang berarti. Karena sudah sering terjadi kerjasama, terutama dalam latihan gabungan militer.

Advertisements