Kangen…


cute-fingers-i-miss-you-love-miss-u-Favim.com-74073

Suata waktu, aku tersadar handphoneku sudah terlalu lama aku matikan. Aku terlalu lama tenggelam menikmati kesendirian dalam dekapan pekerjaan yang diam-diam mulai aku nikmati. Kertas-kertas berserakan adalah hiasan ruangan yang mejadi saksi dan tempat ku menghabiskan waktu. Hanya itu.

Sesekali ada alunan musik yang playlist nya hanya itu-itu saja. Kalau ada orang lain mendengarkan dijamin akan bosan. Tapi tidak untukku. Aku menikmati semua setting ruangan, dan segala apa yang ada didalamnya termasuk ketidak teraturan perabotan yang mulai diisi debu-debu halus.

Untuk sejenak aku tidak peduli, aning pak kos yang bernama Gno, yang bolak balik depan pintu seperti mengajak bermain. Aku biarkan. Maaf Gno, aku sedang tidak butuh bermain. Sana maen sama majikanmu. Seolah mengerti, dia pun berlalu, untuk kemudian balik lagi. Gno.

Tapi diam-diam aku juga, aku mulai merasa kehilangan. Kehilangan kesibukan bermain dengan handphone yang sudah aku tinggalkan untuk ini. Aku merindukannya. Aku kangen. Bukan dengan handhponenya, tapi mungkin dengan pesan-pesan singkat yang ada didalamnya. Tapi aku rasa bukan itu juga. Mungkin dengan orang yang biasa aku balas pesannya.

Sesuatu akan lebih berarti jika kita sudah tidak memilikinya. Bahkan sesuatu yang ketika kita miliki seolah tak berrati ternyata memiliki arti.

Ini hanya proses mendapatkan arti, toh akhirnya kita ingin memiliki semua makna dari apa yang ada. Bahkan ketika tidak ada makna, itu juga sebuah makna.

*ditulis saat nunggu hantaran makan siang

Advertisements