Revolusi Coklat;Saatnya Pramuka (bukan sekedar pemuda) Memimpin Bangsa


Tiap hari peringatan di Indonesia adalah penanggalan wacana. Ketika Hari Sumpah Pemuda datang untuk ke-79 tahunnya, wacana baru pun muncul. Pesohor yang memakzulkan dirinya sebagai pemuda melemparkan wacana bahwa sudah saatnya pemuda memimpin bangsa. Dengan membungkus diri mereka dengan sang saka, perdebatan muncul lewat halaman opini media massa. Dan sebagaimana panas tersapu hujan, perdebatan itu ditutup dengan kata damai, “tidak perlu ada dikotomi muda dan tua”. Lalu di belakang panggung terdengar gunjingan, Parpol tidak memberi tempat pada kaum muda.

Melihat sisi lain dari tawuran..


Ahhh…kenapa harus saya yang disalahkan, saya hanya mencoba mempertahankan apa yang menurut saya benar, saya hanya mempertahankan kehormatan saya. Apa itu salah, saya harus seperti apa? Tolong ajari saya, dan berikan contoh yang baik.

Rp=RealPower


titik koma.,


Sok peduli


Sadar, betapa bobroknya mental bangsa itu?..

Hello world!


Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!