Meja dan Kursi


Aku yang selalu menunggumu untuk kembali, aku adalah kursi yang selalu bahagia saat kau duduki. Aku kadang teralalu angkuh untuk mengakuinya, tapi aku butuh orang diatasku agar aku berfungsi sebagai mana mestinya. Kamu kadang datang dan kadang tidak, bagiku itu bukan sebuah masalah. Aku hanya bisa menunggu, karena kaki-kakiku kaku. Aku hanya ada didepan meja besar, yang bisa menampung lebih banyak barang, yang mungkin akan kau butuhkan. Untuk memenuhi kebutuhanmu saat makan, atau mungkin hanya untuk meletakkan makanan yang ingin kau santap menjelang petang.

Di meja itu bisa kau letakkan lilin, bunga segar yang dimasukan ke dalam pot cantik, diatasnya kau juga bisa gantungkan lampu temaram yang akan membuat suasana tambah mempesona. Semuanya akan menyempurnakan bukan? tapi aku ada dibawah itu, menunggu untuk kau tarik dan kau duduki. Akulah yang akan bahagia karena ada beban diatasku, dan beban itu menikamti suguhan meja, yang tentu tidak akan pernah bisa aku lakukan.

Fungsiku berbeda? aku pelengkap? atau meja yang menggenapi keberadaanku atau sebaliknya? aku tidak akan pernah tahu, karena aku diciptakan bukan untuk melakukan yang dilakukannya.

Di meja itu, kau juga bisa letakkan laptopmu, lalu kau putar video-video lucu, yang membuatmu tertawa. Atau kau putar lagu-lagu sendu yang membuat terisak. Sesekali kau akan memutar film kesukaanmu yang kan membuat jantungmu berdetak lebih cepat. Aku mendengarkan itu semua, karena aku adalah kursi yang kau duduki untuk menikamti semua tontonan itu.

Aku bahagia saat kamu tertawa dan berjingkat sesekali, bebanku lenyap. Aku bingung setengah mati ketika kamu bingung. Mungkin kamu sedang membuka so’al yang tidak akan pernah aku bisa lihat, apalagi aku selesaikan. Meja dibuat selalu lebih tinggi dariku. Entah kenapa dia juga lebih sering di lap daripada aku. Pikiran positifku mengatakan karena Ia lebih mudah kotor. Sedang aku, walaupun kau kentut diatasku, aku harus mampu menikmati itu semua.

Apakah itu adil? itu bukan pertanyaan yang ingin aku tanyakan. Karena itu mungkin sebuah…

Advertisements